Politik Pemerintahan

982 JCH Pamekasan Gagal Haji Akibat Covid-19

Kepala Kemenag Pamekasan, Affandi.

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 982 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan, terpaksa harus menangguhkan niat untuk melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Makkah, akibat pandemi virus corona alias Covid-19.

Terlebih penangguhan tersebut tidak lepas dari adanya surat keputusan dari Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) seputar penundaan atau pembatalan pelaksanaan ibadah haji 2020, menyusul adanya wabah Covid-19 yang hingga saat ini masih menyebar di berbagai belahan dunia.

“Total ada sebanyak 982 jemaah calon haj Pamekasan yang keberangkatannya terpaksa harus ditangguhkan keberangkatannya akibat pandemi Covid-19,” kata Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan,Affandi, Senin (8/6/2020).

Lebih lanjut diungkapkan, penundaan atau pembatalan tersebut tidak lepas dari adanya pandemi Covid-19 yang terus menyebar di berbagai penjuru dunia, tidak terkecuali di Saudi Arabia. “Jadi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Arab Saudi. Tidak terkecuali di Makkah dan Madinah juga terkena dampak Covid-19,” ungkapnya.

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam secara simbolis mengukuhkan pemberangkatan JCH Pamekasan 2019 di Masjid AgungAsy-Syuhada’.

“Selain itu kami menilai (kebijakan) penundaan ini sudah tepat, mengingat keselamatan jiwa merupakan salah satu aspek yang wajib diutamakan guna mencegah terjadinya kemudharatan yang lebih besar bagi jemaah haji maupun para petugas haji,” jelasnya.

Dari itu pihaknya berharap para JCH agar memahami situasi dan kondisi tersebut, terlebih hingga saat ini jumlah kasus Covid-19 terus meningkat dan cenderung tidak terkendali. “Jadi kami berharap agar para jemaah calon haji memahami situasi dampak pandemi ini, dengan harapan semoga segera berakhir,” pungkasnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar