Politik Pemerintahan

97 Persen Warga Kota Malang Sudah Terima Bansos PKL

Penyaluran Bansos bagi PKL terdampak kebijakan PPKM Darurat di Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Sebanyak 2.500 pedagang kaki lima (PKL) masuk daftar penerima bantuan sosial (Bansos). 97 persen dari jumlah itu telah menerima bansos tersebut. Pembagianya disebar di 26 titik untuk menghindari kerumunan dan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Sepintas 97 persen yang sudah menerima (bansos). Yang belum mengambil hari ini itu karena ada yang masih isoman (isolasi mandiri), ada yang sedang di luar kota dan belum bisa masuk ke Kota Malang dan ada yang sedang sakit,” kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Penny Indriani, Sabtu, (10/7/2021).

Penny mengatakan, pembagian dilakukan serentak di 26 titik. Beberapa penerima tidak datang karena ada hal mendesak yang memaksa mereka berhalangan hadir. Kemudian ada penerima ganda dalam satu rumah. Hal ini tidak diperbolehkan dan terpaksa ditunda pembagiannya.

“Yang kedobelan itu suami istri dapat. Itu kita pending satu dan hanya boleh menerima satu bansos saja. Seperti ada tadi yang kebetulan suaminya PKL di Klojen dan istrinya PKL di Kedungkandang. Itu kita bagikan satu dan satu kita pending,” ujar Penny.

Bansos diambil dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Kota Malang tahun 2021 sebesar Rp750 juta. Bagi penerima yang belum mengambil bansos karena berhalangan hadir akan dijadwalkan kembali dalam waktu dekat. Karena targetnya sebelum PPKM Darurat berakhir, pada 20 Juli 2021 semua sudah rampung.

“Jadi nanti kita agendakan lagi. Kemungkinan Senin. Kalau memang isoman kan medeni (menakutkan mas kalau bergerumbul. Antusias memang tinggi. Tapi sudah diprediksi sama teman-teman untuk benar-benar ketat ya. Jam segini harus ambil gitu. Jadi alhamdulilah lancar semua dan tidak ada kerumunan sama sekali,” tandasnya. (Luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar