Politik Pemerintahan

90 Persen Kades Incumbent di Kabupaten Mojokerto Maju Lagi

foto/ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Lebih dari 90 persen Kepala Desa (Kades) incumbent di Kabupaten Mojokerto bakal kembali maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019. Ini bakal menjadi pertarungan berat bagi calon kepala desa (cakades) wajah baru.

Sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 83 Tahun 2018 yang diubah dalam Perbup Nomor 19 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pilkades, cakades incumbent diwajibkan mengajukan cuti selama tahapan pilkades bergulir.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto, M Ardi Sepdianto mengatakan, cuti berlangsung sejak ia ditetapkan sebagai calon hingga penetapan kades baru atau jika dihitung matematis, berlangsung kurang dari tiga bulan.

“Kalau misalkan dia (calon incumbent) lolos verifikasi dan ditetapkan, berarti itu sudah terhitung cuti. Jika tidak lolos ya tetap jadi kades. Kami tidak bisa menghitung satu-satu. perkiraaan ada 90 persen lebih yang sudah mengajukan cuti,” ungkapnya, Senin (15/7/2019).

Tahapan Pilkades dimulai sejak pendaftaran bakal calon dibuka 22 Juli mendatang. Penetapan kades baru rencananya digelar serentak November, jika saat penetapan nanti terpilih dan masih ada sisa masa jabatan, maka cakades incumbent bisa langsung melanjutkan kembali sampai nanti dilantik Desember 2019.

“Jika cakades incumbent yang tidak terpilih namun masih ada sisa jabatan yang melebihi sampai pelantikan serentak, maka sisa masa jabatan secara otomatis berakhir dan langsung digantikan oleh cakades baru terhitung sejak dilantik,” jelasnya.

Meski rawan digugat, aturan tersebut dinilai sudah sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Di mana, tujuan pelaksanaan Pilkades serentak adalah untuk menyeragamkan masa bakti kades maksimal hanya tiga periode saja.

“Aturan itu sudah dibenarkan dalam penjelasan UU Desa. Dengan adanya Pilkades serentak, masa jabatan kades bisa dihentikan sebelum masa jabatannya. Tujuannya Pilkades serentak kan memang untuk menyetarakan masa jabatan kades menjadi tiga periodesasi,” pungkasnya.

Dari catatannya, ada 22 dari 253 desa yang sisa masa jabatan kadesnya berakhir di tahun depan atau terhitung sejak Januari sampai April 2020. Artinya, 22 kades yang mencalonkan kembali siap-siap berhenti sebelum sisa masa jabatannya habis.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar