Politik Pemerintahan

9 CJH Asal Kabupaten Mojokerto Tunda Keberangkatan

Mojokerto (beritajatim.con) – Sebanyak sembilan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Mojokerto menunda keberangkatan ibadah haji tahun ini. Alasannya bukan masalah administrasi namun karena menunggu keluarga yang lain.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Kasi PHU), Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali mengatakan, CJH asal Kabupaten Mojokerto yang menunda keberangkatan ada tapi gagal secara administrasi tidak ada.

“Artinya kendala istitho’ah tidak ada. Mereka menunda karena keinginan sendiri, pasca penetapan sampai pelunasan ada 9 orang. Yang menunda sejak penetapan kuota ada 66 orang tapi untuk penundaan karena masalah administrasi termasuk istitho’ah tidak ada,” ungkapnya, Kamis (20/6/2019).

Masih kata Mukti, sudah melunasi biaya jemaah haji namun menunda keberangkatan rata-rata karena menunggu keluarga. Usulan pergabungan tidak berhasil kemudian menunda kebarangkatan ada dua, alasan sakit ada dan dua meninggal tapi sudah lunas.

“Proses pelimpahan porsi keluarga, jadi diberangkati oleh keluarganya ada dua. Tahun lalu 7 orang dan berangkat tahun ini ada 5 orang yakni pelimpahan porsi tahun lalu dan diberangkatkan tahun ini. Kalau pelimpahan, pengganti bisa berangkat tahun ini atau tahun depan,” jelasnya.

Mukti menambahkan, jika belum melunasi sejak penetapan sampai musim pelunasan maka ahli waris tidak berangkat tahun ini. Bisa mengganti tapi berangkat tahun depan. Harus pelunasan untuk berangkat tahun ini tapi kalau almarhum belum melunasi maka berangkat tahun berikutnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar