Politik Pemerintahan

9 Akseptor Pria Ikuti KB Vasektomi Gratis di Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-75, Kodim 0809 bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar bakti sosial pelayanan KB Kesehatan secara gratis bertempat di rumah sakit Amelia Pare.

Hal ini sebagai upaya membantu pemerintah menyukseskan program Keluarga Berencana (KB) guna mengendalikan jumlah penduduk melalui angka kelahiran bayi, serta meningkatkan akseptor baru.

Kegiatan diperuntukkan bagi pria, yakni dengan pemasangan alat kontrasepsi Metode Operasi Pria (MOP) atau Vasektomi ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap pengendalian perkembangan penduduk, karena apabila perkembangan penduduk tidak terkendali tentunya akan sangat berpengaruh pada program-program pemerintah lainnya.

Sementara itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program KB dengan mengatur jarak kelahiran. Dengan harapan program keluarga berencana ini akan memasyarakat demi terwujudnya masyarakat kecil dan sejahtera.

Kasi Kesertaan ber-KB dan Jaminan Ketersediaan Alat Kontrasepsi Dinas P2KBP3A Kabupaten Kediri, Istianah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kediri terus mendorong masyarakat dalam mengikuti program KB, sebagai langkah mengendalikan penduduk melalui angka kelahiran.

Untuk itu, bagi masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD. “Upaya yang dilakukan adalah, petugas juga terus melakukan safari sosialisasi dan penyuluhan ke desa-desa terhadap calon akseptor agar mereka bersedia dan banyak warga yang mau melakukan KB,” ungkapnya.

Sementara itu, Abdul azis akseptor KB asal Desa Sonorejo Kecamatan Grogol mengatakan, mengikuti MOP tersebut dengan pertimbangan istrinya memiliki risiko tinggi saat kehamilan, karena sering keguguran.

Sehingga ia akhirnya memutuskan untuk mengikuti KB MOP atau vasektomi. Meski sempat merasa takut, namun setelah mendapat penjelasan dari kader KB akhirnya dirinya yakin untuk mengikuti MOP.

“Sempat takut, namun setelah dijelaskan oleh kader KB bahwa MOP hanya operasi kecil, sementara manfaatnya besar maka berani ikut, dan enaknya lagi semua gratis,” tuturnya.

Untuk diketahui, dalam safari KB kali tersebut terdapat 9 akseptor pria dalam kegiatan bakti sosial ini, yakni 3 orang akseptor berasal dari wilayah Kecamatan Ringinrejo, dan masing-masing 2 akseptor dari Kecamatan Grogol, Plosoklaten, dan Pare. [nm/suf]

 





Apa Reaksi Anda?

Komentar