Politik Pemerintahan

87 Desa Hadir di Bursa Inovasi Desa

Foto: ilustrasi

Gresik (beritajatim.com)- Sebanyak 87 desa di lima kecamatan, di Kabupaten Gresik, hadir di bursa inovasi desa. Di ajang tersebut, pemerintah desa bisa meniru atau sharing dengan desa lain. Tujuannya, untuk mengangkat potensi desa.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Agus Wahid Suyoto menuturkan, saat ini dari 330 desa di Gresik belum sepenuhnya dikatakan maju. Pasalnya, masih banyak desa yang mulai berkembang. Ada sekitar 95 persen yang tercatat melalui indeks desa membangun (IDM).

“Memang masihb ada satu hingga tiga desa yang masih tertinggal. Tapi, secara bertahap pasti akan ada peningkatan,” tuturnya, Selasa (17/09/2019).

Dia ajang inovasi desa itu, setiap desa memang secara bergantian masuk ke bilik konsultasi. Ada konsultasi bidang PSDM, insfrastruktur, hingga kewirausahaan.

Konsultasi itu sebagai salah satu upaya memajukan desa yang belum bergerak. Sebab, dalam acara itu juga ditampilkan desa yang sudah mulai mandiri.

“Bursa inovasi desa itu untuk membelajari pemdes agar dana desa dari pemerintah pusat tepat sasaran dan penggunaannya efektif. Lima tahun lalu, fokus pemberdayaan desa di bidang insfrastruktur. Nah lima tahun ke depan, fokusnya pada ekonomi,” paparnya.

Agus juga mengapresiasi pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 264 desa di Kabupaten Gresik.

“Setelah resmi dilantik, kades akan memaparkan tentang rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes). Bursa ini bisa menjadi bahan untuk membuat RPJMDes. Selain itu, disini bisa sharing dengan desa yang sudah mandiri,” tandasnya. [dny/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar