Politik Pemerintahan

87 Desa di Sampang Dilanda Bencana Kekeringan

Kekeringan di Kabupaten Sampang Madura

Sampang (beritajatim.com) – Jumlah wilayah yang dilanda bencana kekeringan di Kabupaten Sampang, Madura alami peningkatan atau semakin meluas. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan bahwa 2019 lalu, jumlah wilayah kekeringan sekitar 67 Desa, sementara untuk 2020 meningkat menjadi 87 Desa.

Oleh sebab itu, selama musim kemarau kali ini, BPBD berencana meningkatkan suplay air bersih kepada wilayah-wilayah yang dilanda bencana kekeringan.

Kepala BPBD Kabupaten Sampang, Anang Joenaidi menyatakan, ditribusi atau dropping air bersih direncanakan ada penambahan.

“Untuk penanggulangan jangka pendeknya tetap, yaitu dropping air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan. Cuma untuk musim kemarau saat ini kami rencanakan intensitas dropping air bersih menjadi enam tanki per desa,” terangnya, Minggu (16/8/2020).

ilustrasi

Terkait anggaran, Anang mengaku masih proses pengajuan dan laporan kepada Kepala Daerah setempat serta menunggu SK Bupati, karena penggunaan angggaran tersebut bersumber dari APBD jalur Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Untuk setiap tahunnya memang kami menggunakan dari belanja tak terduga. Tahun lalu kami anggarkan Rp 92 juta dan yang jelas untuk anggaran tahun ini akan bertambah pula,” katanya.

Lanjut Anang, untuk tiga tanki air atau diperkirakan setara dengan 15 ribu liter air hanya mampu menjangkau 200 orang saja. Sehingga rencana penambahan suplai air menjadi enam tanki atau setara 30 ribu liter nantinya akan mampu menjangkau kurang lebih 400 orang.

“Mudahan-mudahan dengan penambahan suplai air bersih ini sedikit membantu kebutuhan air warga terdampak bencana,” pungkasnya.[sar/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar