Politik Pemerintahan

81.526 Wajib Pajak Jatim Manfaatkan Pemutihan Selama Dua Pekan

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jatim, Mohammad Yasin

Surabaya (beritajatim.com) – Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jatim, Mohammad Yasin mengapresiasi, respon wajib pajak terhadap kebijakan pemutihan sangat tinggi.

Berdasarkan data 1-14 September 2020, tercatat sudah ada 81.526 wajib pajak yang telah memanfaatkan program pemutihan. Di antaranya terdiri dari, pembebasan Bea Balik Nama (BBN) II 30.427 wajib pajak, pembebasan denda 1.321 wajib pajak dan daftar ulang sebanyak 49.778 wajib pajak.

“Alhamdulillah, dari pemutihan ini Pemprov Jatim telah memberi insentif atau jumlah PKB yang dibebaskan sebesar Rp 13,766 miliar kepada wajib pajak. Namun, dari pemutihan tersebut Pemprov berhasil menerima PKB sebesar Rp 40,145 miliar,” kata Mohammad Yasin didampingi Kabid Pajak Bapenda Jatim Purnomosidi ditemui di kantornya, Selasa (15/9/2020).

Pemutihan, kata Yasin, tidak hanya berhasil mendongkrak pendapatan Pemprov Jatim. Namun, hal yang menarik dari program ini adalah tingginya jumlah kendaraan luar provinsi yang dibaliknama ke Provinsi Jatim. Tercatat selama 14 hari program pemutihan ini berjalan sudah ada 2.480 obyek kendaraan yang didaftarkan ke Jatim, yakni terdiri dari 632 kendaraan roda dua dan 1.848 kendaraan roda empat.

“Ini menjadi potensi bagi Jatim karena di tahun berikutnya mereka akan membayar pajak di Jatim,” tutur Yasin yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Jatim ini.

Lebih lanjut Yasin menjelaskan, dalam mendongkrak penerimaan pajak semua UPT Bapenda di seluruh Jatim diminta menggencarkan sosialisasi baik melalui media massa maupun media sosial serta bekerjasama dengan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah progressnya sangat bagus. Dan, ini program pemutihan masih ada waktu sampai 28 November. Maka, kami imbau masyarakat agar segera memanfaatkan kesempatan ini. Karena pajak yang diterima pemerintah provinsi ini akan dikembalikan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku optimistis, dengan berbagai stimulus yang diberikan Gubernur Khofifah penyesuaian target PAD dari sektor pajak sebesar Rp 2,09 triliun hingga akhir 2020 ini akan dapat tercapai. Seperti diketahui, tahun ini kenaikan target pajak dari Mendahului PAPBD sebesar Rp 10,3 triliun menjadi Rp 12,39 triliun pada PAPBD.

“Mudah-mudahan ini dapat tercapai karena kita sudah menghitung secara matang. Meski dalam pandemi belum berakhir, tapi ekonomi di Jatim sudah mulai menggeliat dan dari target itu kami optimistia tercapai,” pungkasnya. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar