Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

8 Titik Potensial Embung di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak delapan titik dari total 19 titik potensi embung di kabupaten Pamekasan, tengah dalam proses kajian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pamekasan bersama Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Hal tersebut disampaikan Prof Dr Ir Haryo Sulistyarso dalam Seminar Kajian Potensi Embung di Kabupaten Pamekasan, yang digagas Penelitian Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Pamekasan, di Ruang Bangripta Praja Jl Jokotole Nomor 5 Pamekasan, Senin (30/11/2020).

Dalam kesempatan tersebut tampak hadir sejumlah perwakilan ITS Surabaya, jajaran Bappeda, sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seluruh Camat dari 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, Dewan Riset Daerah (DRD) hingga perwakilan Perguruan Tinggi (PT) di wilayah setempat.

“Berdasar hasil survei, analisis dan pembahasan, penentuan lokasi embung di kabupaten Pamekasan tersebar di delapan titik berbeda dan dibagi dalam tiga wilayah berbeda, yakni wilayah utara, tengah dan selatan,” kata Prof Dr Ir Haryo Sulistyarso.

Dari tiga wilayah tersebut tersebar di enam kecamatan berbeda, meliputi wilayah utara mencakup kecamatan Batumarmar dan Waru, wilayah tengah mencakup kecamatan Palengaan dan Proppo, serta wilayah selatan mencakup kecamatan Pademawu dan Pamekasan (Kota).

“Untuk titik embung di wilayah pantura terletak di Desa Bujur Barat, Pangereman dan Sana Laok. Wilayah tengah mencakup Desa Candi Burung dan Rek Kerrek, serta untuk wilayah selatan mencakup Desa Durbuk, Pademawu Timur dan Teja Barat,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa penentuan lokasi embung tersebut berdasar peta skala 1:50 ribu, dilanjutkan dengan proses survei lapangan. “Survei lokasi ini meliputi tiga poin penting, mencakup survei kondisi site, survei lokasi serta survei geologi permukaan,” jelasnya.

“Kesimpulannya ada delapan lokasi rencana embung di kabupaten Pamekasan, yang dibagi dalam tiga wilayah berbeda. Meliputi tiga wilayah pantura (Bujur Barat, Pangereman dan Waru), dua wilayah tengah (Candi Burung dan Rek Kerrek), serta tiga di wilayah selatan (Durbuk, Pademawu Timur dan Teja Barat),” imbuhnya.

Lokasi potensial penentuan embung tersebut, ditentukan melalui empat kreteria berbeda. Meliputi aspek teknis, aspek irigasi dan pertanian, aspek ekonomi, serta aspek lingkungan. “Dengan menggunakan empat aspek kreteria pemilihan prioritas lokasi embung, kami dapat menyimpulkan dan merekomendasikan,” tegasnga.

“Di mana bobot aspek teknis mencapai angka 30 persen, bobot aspek irigasi dan pertanian sebesar 30 persen, serta aspek ekonomi dan lingkungan masing-masing mencapai angka 20 persen. Dari itu, maka nilai lokasi tertinggi adalah Embung Pademawu Timur, dengan skala skor 12,4, diikuti Embung Pangereman dengan nilai lokasi 10 dan urutan ketiga Embung Durbuk dengan skala skor 9,8,” pungkasnya. [pin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar