Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Umroh Kembali Dibuka, Pengusaha Travel Lamongan Sambut Gembira

ilustrasi

Lamongan (beritajatim.com) – Kementerian Agama (Kemenag) RI menyatakan penyelenggaraan ibadah umroh untuk jemaah asal Indonesia dibuka kembali pada Sabtu 8 Januari 2022. Informasi ini ternyata disambut gembira oleh pengusaha travel umroh di Kabupaten Lamongan.

Salah satu pengusaha travel umroh di Kabupaten Lamongan, Apriana Rizky Amelia, mengaku gembira dan menyambut antusias pernyataan Kemenag tersebut. Pasalnya, selama dua tahun usaha travel umrohnya telah vakum akibat pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, umroh sudah dibuka mulai Sabtu tanggal 8 Januari 2022 pukul 01.00 dini hari, semoga menjadi umroh mabruura wa maskuura,” ungkap Apriana Rizky Amelia, selaku Direktur PT Elaf Indonesia travel umroh di Lamongan, saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (9/1/2022).

Selain itu, pemilik travel umroh ternama di Lamongan itu juga menerangkan, bahwa sistem dan teknis pemberangkatan umroh di masa pandemi Covid-19 ini dilaksanakan dengan pengawasan dan protokol kesehatan ketat, demi mencegah penyebaran Corona.

“Untuk jamaah harus melakukan (tes) PCR dua kali saat mau berangkat dan pulang, melakukan karantina satu hari sebelum pemberangkatan, dan melakukan karantina tujuh hari sebelum pulang,” terangnya.

Untuk biaya perjalanan umrah, Rizky Amelia menjelaskan, bahwa tak ada perbedaan yang singnifikan mengenai biaya umrah paket saat pandemi ini. Meski begitu, menurutnya, yang melambung yakni mengenai start penerbangannya, karena semua harus melalui Jakarta.

Dikatakan Rizky Amelia, dalam waktu dekat ini travel miliknya bakal memberangkatkan jemaah umroh pada akhir Januari 2022 dan awal Februari 2022 yang masing-masing sebanyak dua bus.

Pihaknya berharap, ke depan diberlakukannya karantina saat pulang bisa lebih berkurang. Sebab, lanjut Rizky, jika Arab Saudi membuka jalur umrah, maka jumlah peminat sangat tinggi, meskipun itu saat pandemi.

“Tapi masih terkendala karantina yang semula 14 hari jadi sepuluh hari, sekarang tujuh hari. Semoga ke depannya bisa lebih kondusif, dan karantina menjadi tiga atau empat hari, karena ASN tidak bisa melakukan cuti lama,” harapnya.

Sementara itu, Kepala kantor Kemenag Kabupaten Lamongan H Fausi menyatakan, Kemenag Kabupaten atau Kota hanya memberikan rekomendasi dalam pengurusan paspor, lalu dilakukan verifikasi dan memastikan travel yang dipakai telah terdaftar di Kemenag.

“Selanjutnya untuk sistem pemberangkatan dan teknis-teknisnya sudah ditangani pihak travel sendiri. Namun, Kemenag Kabupaten/Kota wajib melakukan pengawasan keberangkatan jemaah umrah di wilayah kerja,” kata Fausi.

Fausi menjelaskan, meski untuk pemberangkatan umrah bisa menggunakan biro travel mana saja, baik di dalam maupun luar domisili dari peserta umrah, namun untuk pengurusannya dilakukan sesuai dengan KTP domisili, agar mendapatkan rekomendasi paspor.

“Penyelengara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang akan memberangkatkan jemaah umroh wajib melaporkan keberangkatan melalui sistem informasi pengawasan terpadu umroh dan haji khusus (SISKOPATUH),” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyebutkan, bahwa keberangkatan diprioritaskan bagi PPIU yang menggunakan penerbangan langsung (direct fligh) melalui Bandara Soekarno Hatta. Lalu, kepulangan jemaah umrah juga harus ikut kebijakan yang ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.

“Saya harap, jemaah umroh untuk tetap menaati aturan yang berlaku di Tanah Air dan Arab Saudi. Dan yang harus diingat, bahwa kedisiplinan di Saudi ini nantinya jadi modal bagi kita untuk bisa kembali memberangkatkan jemaah umroh selanjutnya,” harapnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar