Politik Pemerintahan

76 Ribu Warga Gresik Belum Memiliki Jaminan Kesehatan

Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 76.144 warga Gresik dari golongan kurang mampu belum memiliki jaminan kesehatan. Berdasarkan data yang dimiliki Pemkab Gresik hingga akhir 2020 masih ada 21 persen warga kurang mampu masuk data terpadu kesejahteraah sosial (DTKS).

Kepala Badan Pembangunan Pemerintah Daerah (Bappeda) Gresik, Herman T.Sianturi menuturkan, sampai saat ini baru ada 285.617 warga Gresik dari DTKS yang tercover jaminan kesehatan dari pemerintah. Secara rinci yakni 274.093 tercover penerima bantuan iuran nasional (PBIN) JKN-KIS atau 71 persen dan 11.524 PBI Daerah Kartu Gresik Sehat (KGS) 3 persen.

Sedangkan jumlah keseluruhan penerima KGS ada 79.673 hingga 2020. Sebab, penerima KGS mayoritas bukan berasal dari data DTKS.

“Untuk menuntaskan persoalan jaminan kesehatan ini, kami sudah menghitung besaran anggaran yang dibutuhkan. Yakni Rp 34,5 miliar. Jika direalisasikan, pemkab perlu menyiapkan anggaran Rp 70,6 miliar untuk mengcover KGS. Nominal, itu sudah ditambah dengan penerima KGS,” tuturnya, Minggu (24/01/2021).

Diakui apa tidak kesehatan masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah. Selain harus membangkitkan ekonomi, persoalan kesehatan juga harus jadi prioritas karena termasuk persoalan dasar.

Sementara itu, data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik terkait dengan penuntasan persoalan kesehatan masyarakat. Tahun 2019 lalu di APBD digelontor anggaran sebesar Rp 36 miliar untuk mengcover kebutuhan KGS. Di tahun 2020, angkanya ditambah menjadi Rp 20 miliar. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar