Politik Pemerintahan

Pemilu 2019

7 Pasien RSJ Menur Salurkan Hak Suara di Pemilu 2019

Surabaya (beritajatim.com) – Bukan hanya masyarakat umum yang menggunakan hak pilihnya ke Tempat Pemungutan Suara, Pasien Rumah Sakit Jiwa pun berhak melakukan pencoblosan memilih siapa pemimpin Indonesia lima tahun mendatang.

Sebanyak tujuh pasien Rumah Sakit Jiwa Menur, Rabu (17/4/2019) siang menggunakan hak suaranya didampingi oleh pihak rumah sakit. Dengan menggunakan masker berwarna hijau ketujuh pasien ini secara bergantian mencoblos di bilik putih yang sudah di sediakan oleh pihak rumah sakit.

Manajemen RSJ Menur Kepala Bidang Penunjang Medik, Dr Yulius Effendy SPKj mengatakan jika seharusnya ada 226 pasien gangguan jiwa, namun karena harus mendapat rekomendasi dari pihak dokter akan kesehatannya hanya 34 pasien yang bisa didaftarkan ke KPU Surabaya.

Namun sayang karena persyaratan administrasi hanya tujuh yang berhasil terverivikasi kelengkapan datanya sebagai warga yang berhak mencoblos hak pilih, dari tujuh pasien diantaranya dari Surabaya, Sumenep dan Lamongan.

“Kita ada 226 pasien tapi kita seleksi sesuai dengan arahan syarat administratif dari KPU bahwa harus terdaftar DPT, salah satunya syarat terdaftar di DPT itu memiliki KTP. Dan yang memenuhi sebanyak 65 pasien dan diseleksi lagi tinggallah 34, kemudian pada hari H sudah berubah lagi datanya tinggal sedikit. Ternyata untuk mengurus ini ada dua syarat, 1 harus KTP Surabaya, kalau ktp non Surabaya harus ngisi form A5. Akhirnya yang disepakati yang memenuhi syarat tinggal 7, tujuh yang memiliki kesempatan, yang memiliki peluang, ” Ucap Manajemen RSJ Menur Kepala Bidang Penunjang Medik, Dr Yulius Effendy SPKj.

Lebih lanjut, dari ketujuh penderita gangguan jiwa ada yang nafzah, diketahui nafzah masiho fungsi kognitifnya karena masih bagus.[way/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar