Politik Pemerintahan

7 Desa dan Dusun di Kabupaten Mojokerto Lunasi Pajak PBB-P2

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak tujuh desa dan dusun di Kabupaten Mojokerto mendapat penghargaan dan apresiasi karena telah dinyatakan lunas pajak PBB-P2 buku I, II, III tahun 2020. Ini menyusul ke-tujuh desa dan dusun tersebut telah melunasi pajak PBB-P2.

Ketujuh desa dan dusun tersebut yakni, Desa Dilem, Desa Ngembat, Desa Gumeng dan Desa Begaganlimo (Kecamatan Gondang), Desa Tawangrejo dan Desa Jembul (Kecamatan Jatirejo), serta Dusun Sambigede dan Desa Jambuwok (Kecamatan Trowulan).

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi menyampaikan, hasil target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan realisasi yang telah dicapai. PAD Kabupaten Mojokerto per 31 Desember tahun 2019 lalu sebesar Rp515,89 miliar lebih dan terealisasi Rp551,33 miliar lebih atau surplus Rp35,43 miliar lebih (106,87 persen).

“Tahun 2020 ini, PAD kita target Rp 542,33 miliar dengan target pajak daerah Rp334,200 miliar (61,62 persen) dari total target PAD. Dapat saya sampaikan jika penyumbang pajak daerah terbesar kedua adalah dari PBB-P2,” ungkapnya di Pendapa Graha Majatama, Pemkab Mojokerto, Kamis (23/1/2020).

Pihaknya berkomitmen untuk melaksanakan petunjuk Bupati Mojokerto terkait upaya memudahkan wajib pajak yang ingin memenuhi kewajiban wajib pajaknya dengan mudah dan aman. Salah satunya dengan memanfaatkan inovasi Sistem Informasi Pajak Daerah Online (SI PANJOL).

“SI PANJOL diciptakan dengan dua sandaran utama. Yakni memberi kemudahan para wajib pajak yang ingin memenuhi kewajibannya, dan membuat mereka tersenyum. SI PANJOL mempermudah kita untuk bayar dan lapor pajak secara online. Semua sistemnya sudah didukung E-SPTPD, E-SKPD dan E-SPPT. SI PANJOL juga terhubung dengan 11 link pembayaran,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Pungkasiadi memberi atensi bagi desa dan dusun yang sudah taat pajak. Terlebih dengan adanya peningkatan target PAD 2020, Bupati berharap agar OPD Penghasil bisa lebih meningkatkan kinerjanya khususnya dalam pelaksanaan pemungutan pajak daerah dan retribusi.

“Pajak dan retribusi itu salah satu sumber PAD. Harus digenjot terus. Target PAD kita naik, otomatis semua juga harus bekerja maksimal. Aparatur yang terlibat dalam tugas pemungutan PBB-P2, harus profesional. Saya minta realisasi PAD di tahun ini terpenuhi sampai dengan 100 perse,” pesannya.

Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini meminta seluruh aparat desa/kelurahan yang menangani PBB-P2 agar bersikap proaktif dan inovatif dalam melayani masyarakat. Ia meminta agar tidak perlu menunggu tim dari kecamatan atau kabupaten.

“Aparat di desa/kelurahan juga harus bisa melayani. Bagi desa atau kelurahan dan kecamatan yang menerima titipan pembayaran dari masyarakat, laksanakan dengan penuh amanah,” katanya.

Selain penyerahan SPPT, DHKP dan SSPD PBB-P2 Buku I, II dan III tahun 2020, sekaligus Gerakan Pembayaran PBB-P2 Secara Non Tunai tahun 2020. Turut hadir Sekdakab Mojokerto Herry Suwito, Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi beserta kepala OPD.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar