Politik Pemerintahan

7 Anggota DPRD Jember Datangi Demonstran yang Sempat Bertahan Hingga Malam

Beberapa anggota Dewan mendatangi sejumlah mahasiswa yang bertahan di taman bundaran depan gedung Dewan. (Foto: FB Nur Hasan)

Jember (beritajatim.com) – Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan gedung DPRD Jember, Jawa Timur, akhirnya berakhir damai, Kamis (22/10/2020) malam. Beberapa anggota Dewan mendatangi sejumlah mahasiswa yang bertahan di taman bundaran depan gedung Dewan.

Beberapa anggota Dewan yang tampak hadir adalah Itqon Syauqi (Ketua DPRD/PKB), Ahmad Halim (Wakil Ketua/Gerindra), Nur Hasan (Ketua Fraksi PKS), Nyoman Aribowo (PAN), David Handoko Seto (Ketua Komisi C/Nasdem), Dedy Dwi Setiawan (Wakil Ketua DPRD/Nasdem), Tabroni (Ketua Komisi A/PDIP). Mereka berbincang-bincang dengan Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Aris Supriyono.

Aksi unjuk rasa tersebut sempat diwarnai kericuhan, setelah awalnya berjalan damai pada pukul 14.45 WIB. Aliansi Jember Menggugat yang terdiri atas 25 organisasi mahasiswa itu kembali menyuarakan penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law.

Sekitar pukul setengah lima sore, situasi mulai tak kondusif. Mendadak dari arah massa meluncur benda-benda keras seperti batu dan botol ke arah gedung parlemen. Bahkan terdengar beberapa kali letusan mirip petasan.

Tak pelak sejumlah kaca jendela gedung tersebut pecah terkena lemparan. “Kaca bagian atas dekat balkon pecah,” kata Ahmad Halim. Kaca jendela di lobi lantai bawah juga pecah di sejumlah bagian.

Saat Magrib kericuhan mereda. Sebagian mahasiswa memilih menarik diri dan sebagian lainnya memilih salat di depan gedung parlemen. Menurut Nur Hasan, mereka bertahan karena mendengar kabar adanya empat orang mahasiswa yang diamankan polisi.

Nur Hasan, Tabroni, David, dan Nyoman pun menemui para mahasiswa tersebut. Kapolres membantah ada empat mahasiswa yang diamankan. Para anggota Dewan tersebut menawarkan diri mendampingi perwakilan mahasiswa ke Markas Polres Jember untuk mengecek sendiri kebenaran isu tersebut. “Akhirnya tidak ada titik temu,” kata Nur Hasan.

Para anggota DPRD Jember berusaha mengupayakan agar polisi tak melakukan represi untuk membubarkan mahasiswa. “Jam tujuh, sudah mau dibubarkan. Pasukan Brimob keluar, tapi akhirnya dimasukkan lagi (ke halaman gedung Dewan),” kata Nur Hasan.

Nyoman menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan Kapolres setelah Magrib. “Ini kan massa bisa diajak bicara informal. Akhirnya teman-teman DPRD berinisiatif berkomunikasi dengan koordinator aksi. Minimal kami menampung aspirasi mereka,” katanya. Mahasiswa kemudian membubarkan diri sekitar pukul 20.30.

Nur Hasan dan Nyoman sama-sama menyayangkan kerusakan kaca gedung parlemen karena lemparan benda keras. “Rencananya pada 28 Oktober ada demo. Kami harap jika turun jalan lagi tidak anarkis, merusak, melempari,” kata Nur Hasan. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar