Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

7.044 Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 di Jatim Diikutkan Program Orangtua Asuh

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta saat menemui salah satu anak yatim akibat Covid-19 di Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Keganasan virus Covid-19 yang melanda sejak tahun 2020 lalu, menjadi duka bagi masyarakat Indonesia. Tak terkecuali anak-anak, banyak dari mereka yang harus kehilangan orangtuanya. Ya, bapak atau ibunya meninggal akibat terpapar Covid-19. Anak yatim terdampak covid-19 ini butuh dukungan agar tidak merasa sendiri. Pendampingan hingga mereka dewasa dan mandiri penting untuk dilakukan.

Ada 7.044 anak yatim piatu akibat Covid-19 di Jatim mendapatkan perhatian dari Polda Jatim. Bertepatan hari lalu lintas Bhayangkara ke-66, Polda Jatim melaksanakan program pengangkatan orangtua asuh anak yatim piatu terdampak Covid-19.

“Pengangkatan orangtua asuh untuk anak yatim piatu akibat Covid-19 ini diselenggarakan secara serentak di Jatim,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Jumat (17/9/2021).

Pengecekan pelaksanaan program tersebut, dilakukan Kapolda secara virtual melalui video conference yang ada di Ponorogo. Dari 7.044 anak yatim piatu yang mendapatkan orangtua asuh, sebanyak 2.003 anak juga dilakukan vaksinasi. Sebab, isia mereka sudah diatas 12 tahun. “Mereka yang cukup umur untuk vaksin, ya kita lakukan vaksinasi juga,” katanya.

Program orangtua asuh ini, kata Nico bukan hanya memberikan beasiswa ataupun santunan saja. Namun, ke depan juga dilakukan program pendampingan. Ditunjuk orang per orang untuk menjadi orangtua angkat baik itu yang dari anggota Polri, TNI ataupun Pemda, bersama-sama mendampingi anak ini. Tujuannya, agar si anak bisa mencapai masa depan dengan baik.

“Ke depan kita berharap bisa bersinergi dengan Dinsos, sehingga anak-anak yang terdampak Covid-19 ini bisa didata. Kemudian untuk dicarikan orangtua asuh,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar