Politik Pemerintahan

Bupati Magetan Resmikan Agrowisata Kampung Susu Lawu

Bupati Magetan Suprawoto saat meresmikan Agrowisata Kampung Susu Lawu(KSL), yang terletak di Dusun Singolangu Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Magetan, Rabu (25/11/2020).(Ade Mas Satrio Gunawan)

Magetan (beritajatim.com) – Bupati Magetan Suprawoto meresmikan destinasi wisata baru Agrowisata Kampung Susu Lawu (KSL) , yang terletak di Dusun Singolangu Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Magetan, Rabu (25/11/2020).

Bupati Suprawoto menyampaikan Soft Launching Kampung Susu Lawu (KSL) hari ini merupakan salah satu langkah awal untuk media promosi pengembangan destinasi di kawasan Sarangan. Meskipun masih mengalami penambahan kelengkapan fasilitas dan keberhasilan, KSL perlu dukungan dari semua stakeholder yang bersinergi demi menjadikan Magetan yang terdepan.

Susu Singolangu menurutnya adalah jawaban dari kegelisahan. Ia melihat data bahwa rata-rata kepemilikan tanah setiap orang di Magetan hanya 0,2 ha dan ini tidak mungkin untuk mendongkrak kesejahteraan. Ternyata solusinya ada di pengelolaan susu sapi.

“Dengan memelihara 5 ekor, sudah jelas pendapatan peternak sebesar Rp 5 juta per bulan. Luar biasa sekali,” paparnya.

Agrowisata Kampung Susu Lawu ini akan dikelola secara profesional dan ramah bagi para wisatawan karena itu penting untuk menjaga keberlanjutannya. “Mohon doanya melalui sinergi bersama untuk kesejahteraan masyarakat Magetan bisa tercapai,” ujar Kang Woto, panggilan akrab Bupati Magetan.

Sementara itu Drh. Samsul Ma’arif, M. Si selaku Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Peternakan mengatakan, susu memiliki potensi yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat bila pengelolaan dilakukan secara benar. Namun saat ada tantangan yang harus dihadapi bersama. Di antaranya adalah rendahnya jumlah aset ternak yang dimiliki oleh peternak, kualitas hasil susu pun juga saat ini menjadi masalah yang harus kita tanggulangi.

“Saat ini perolehan susu rata-rata hanya 10-12 liter per hari per ekor padahal idealnya 15-20 liter,” ujarnya.

Ia menambahkan, di samping itu soal skill Sumber Daya Manusia (SDM) para peternak juga tidak kalah penting ini yang paling utama. “Kita harus siapkan program hulu sampai hilir agar potensi peternakan susu sapi bisa maksimal memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. [asg/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar