Politik Pemerintahan

6 Poin Pernyataan Sikap BEM FISIP UNAIR Terkait Undangan Presiden Jokowi

Surabaya (beritajatim.com) – Menyikapi viralnya pemberitaan terkait sikap BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas Airlangga (Unair) yang menyesalkan langkah BEM seluruh Indonesia untuk tidak menerima undangan Presiden Jokowi, BEM FISIP UNAIR merilis pernyataan sikap resminya.

Pernyataan sikap itu ditandangani langsung oleh Presiden BEM FISIP UNAIR, M. Risyad Fahlefi melalui surat bernomor 1090/E/SP/BEM FISIP/UNAIR/IX/2019. Surat itu bertanggal 28 September 2019.

Berikut pernyataan sikap lengkap yang dikeluarkan oleh BEM FISIP UNAIR:

1. Menyuarakan agar mahasiswa tidak terpecah belah terhadap kesimpangsiuran informasi yang beredar.

2. Menghimbau untuk setiap pihak mencari kebenaran dan memilah dengan cermat segala informasi yang beredar

3. Mendukung penuh BEM UNAIR untuk mengklarifikasi dan menjelaskan pernyataan sebelumnya secara terbuka ke publik agar kesimpangsiuran informasi bisa diredam

4. Mendukung penuh pernyataan sikap BEM NUS dan BEM SI sebagai bagian dari persatuan mahasiswa dan masyarakat Indonesia terkait undangan Presiden Joko Widodo

5. Menuntut Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan segera kasus kriminalisasi aktifis, represifitas terhadap aktifis, pelanggaran demokrasi dan HAM, serta mengusut tuntas kasus meninggalnya demonstran terkait aksi berkelanjutan di berbagai daerah

6. Menuntut Presiden Joko Widodo untuk berbicara terbuka kepada publik, bersangkutan dengan setiap tuntutan yang disampaikan dalam aksi demonstrasi berturut-turut di berbagai daerah. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar