Politik Pemerintahan

6 Penyakit Ini Ditemukan di Lapak Penjual Hewan Kurban di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Dari ribuan hewan kurban yang dijual di 45 lapak pedagang di Kabupaten Mojokerto, Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto menemukan enam jenis penyakit. Yakni scabies (kudis), pink eye (mata merah), monorchid (testis hanya satu), ispa (saluran pernafasan), diare dan orf (penyakit kulit).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Sulistyawati mengatakan, sidak dilakukan dalam rangka melihat hewan kurban. “Nantinya diharapkan yang akan dikurbankan adalah jenis hewan kurban yang sehat dan tidak terserang penyakit, dewasa, gigi poel, sudah berumur dan layak dikonsumsi masyarakat sesuai ajaran agama Islam,” ungkapnya, Rabu (7/8/2019).

Petugas Dinas Peternakan sudah melakukan pemeriksaan hewan kurban sejak tanggal 1 Agustus 2019 lalu di 45 lapak di Kabupaten Mojokerto. Selama pengecekan dari 45 lapak hewan kurban tersebut, ada kambing sebanyak 1.111 ekor, sapi sebanyak 216 dan domba sebanyak 41 ekor.

“Hari ini tambahan sapi ras limosin, madura dan semental sebanyak 60 ekor sapi, 300 ekor sapi dan 150 ekor dompek. Semua sehat dan gemuk. Beberapa ada yang sakit tapi sakit ringan, yakni scabies ada satu ekor, pink eye ada lima ekor, monorchid ada dua ekor, ispa ada satu ekor, diare ada satu ekor dan orf ada dua ekor,” jelasnya.

Paling banyak ditemukan di lapak penjual hewan kurban di Kecamatan Jetis, Gedeg, Mojosari, Dlanggu dan Trowulan. Hewan kurban yang dijual di lapak penjual di Kabupaten Mojokerto dari lokal Mojokerto sendiri. Masih kata Sulis, untuk hewan kurban yang sakit akan dibantu pengobatan gratis.

“Selain itu, petugas akan mengamati evaluasi ternak sapi dan kambing dalam rangka Idul Adha. Pemeriksaan yang digelar Rabu hari ini di salah satu lapak di Kecamatan Sooko ada tambahan sapi sebanyak 10 ekor. Hanya satu ekor sapi belum poel, kita sudah meminta agar tidak dijual,” tuturnya.

Untuk hewan kurban jenis kambing dinyatakan sehat, dilihat kaki postur tubuh, mata gigi dan kebersihan. Untuk hewan kurban jenis kambing dinyatakan layak dikurbankan pada Idul Adha nanti. Penyakit yang ditemukan tersebut, lanjut Sulis, tidak terlalu fatal dan hanya ringan.

“Untuk harga kambing antara Rp2,5 juta sampai Rp6 juta, sapi Rp17 sampai Rp38 juta. Harapan saya bagi para penjual dalam rangka menghadapi Idul Adha, dalam penjualan nantinya yang akan dikonsumsi masyarakat kecil, dagingnya sehat sehingga saat dikonsumsi tidak ada masalah bagi yang mendapatkan daging kurban,” urainya.

Sulis menambahkan, Dinas Pertanian juga memiliki program untuk memberikan pengobatan gratis kepada kelompok peternakan dan memberi imunisasi vaksin untuk hewan ternak jenis sapi jalan. Selain itu, juga ada program sapi induk wajib bunting yang terus diteliti petugas.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar