Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

6.000 Warga Gresik Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Gresik (beritajatim.com)- Sebanyak 6.000 warga dari 1,3 juta penduduk Gresik tinggal di rumah tak layak huni. Data tersebut berdasarkan dari laporan Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Gresik. Untuk meminimalisir warga yang tinggal ditempat yang tidak layak. Pemda setempat melalui APBD memperbaiki 500 rumah layak huni dengan menggandeng Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) Gresik.

Proses pembangunan rumah layak huni salah satunya dilakukan di Kecamatan Wringinanom dan Balongpangg. Rumah warga yang dipugar rumahnya juga mendapat bantuan Rp 20 juta dan sembako.

Ketua REI Gresik, Widodo menuturkan, kegiatan ini bisa menjadi start yang baik atas sinergi antara pemda dengan pengembang perumahan yang tergabung di REI. “Lewat alokasi dana CSR teman-teman pengembang perumahan. REI Gresik ingin turut serta ambil bagian atas upaya pemda dalam rangka mengurangi jumlah rumah tidak layak huni,” tuturnya, Kamis (15/09/2022).

Sementara itu, salah satu warga yakni Toni Wiguna dan Siti Maesaroh yang rumahnya direnovasi dan nyaris roboh mengapresiasi adanya bantuan bedah rumah. Warga asal Desa Kesamben, Kecamatan Wringinanom itu sumringah rumahnya direnovasi. “Wah senang sekali rumah kami direnovasi, kami tidak menyangka dapat bantuan,” ujar Toni yang sehariannya berjualan makanan kecil di sekolah.

Wakil Bupati (Wabup) Aminatun Habibah atau akrab dipanggil Bu Min menambahkan,
dana bantuan itu nantinya akan dikelola oleh pemdes setempat dan bekerja sama dengan Muslimat, Fatayat, Karang Taruna, dan organisasi desa yang lain untuk mengawasi aliran dana bantuan agar tepat sasaran. “Ini langsung kita berikan pada pemerintah desa, kami juga mengundang kartar, fatayat, dan lain-lain agar membantu mengawasi progresnya,” imbuhnya.

Wakil bupati perempuan pertama di Gresik itu menyatakan terkait dengan ini pihaknya akan terus koordinasi dengan seluruh lini agar program rumah layak huni ini merata di Kabupaten Gresik. “Jadi kita nanti akan perbaiki bersama-sama, mungkin sekarang daerah selatan, besoknya utara, sehingga 6.000 itu tadi akan tuntas,” tandasnya. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar