Politik Pemerintahan

Pemkab Sidoarjo Gelar Koordinasi Bahas Kembalinya Para Santri ke Pondok Pesantren

Sidoarjo (beritajatim.com) – Menjelang kembalinya aktivitas kegiatan pendidikan pesantren di tengah pandemi Covid-19, Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin, SH menggelar rapat kordinasi dengan seluruh pimpinan Pondok Pesantren se-Kabupaten Sidoarjo Jumat (12/6/2020).

Hadir dalam acara yang digelar di Pendopo Delta Wibawa itu, Wabup Sidoarjo, Plt Kemenag Kab. Sidoarjo H. Arwani dan sejumlah pengasuh pondok pesantren yang ada di Sidoarjo.

Plt Kemenag H. arwani mengatakan, kegiatan itu didasari dari banyaknya pertanyaan dari pengasuh pondok pesantren yang menanyakan mengenai SOP tentang kembalinya santri ke pondok pesantren serta didasari beberapa edaran dari Gubernur Jawa Timur 15 Maret 2020 perihal peningkatan kewaspadaan terhadap Covid-19.

Di surat edaran itu, dalam menghadapi Covid-19, untuk berkoordinasi dengan Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan Kab. Sidoarjo sehingga terwujud dialog ini.

“Saya informasikan bahwa data santri di Kab. Sidoarjo sebanyak 34 ribu santri yang berasal dari Sidoarjo dan luar Sidoarjo. Dan dari data keseluruhan ini kami belum bisa memilah siapa yang dari Sidoarjo dan dari luar Sidoarjo, untuk itu kami tetap berupaya untuk memilah data santri yang asli warga Sidoarjo dengan meminta data dari tiap-tiap pondok pesantren,” kata H. Arwani.

Pada kesempatan ini dr. Abdillah dari Dinas Kesehatan Kab. Sidoarjo menyampaikan beberapa hal yang wajib dilaksanakan bagi tiap-tiap pondok pesantren.

Diantaranya sebelum kembali ke pondok terutama yang berasal dari luar wilayah Sidoarjo, maka harus melakukan isolasi dirumah selama 14 hari dengan memastikan fisik dalam kondisi sehat dengan membawa surat keterangan sehat dan hasil rapid tes non reatif dari wilayah asal.

Santri juga dianjurkan membawa peralatan makan dan minum sendiri, membawa supplemen pendukung kesehatan seperti madu dan vitamin serta membawa masker, menyediakan peralatan ibadah sendiri seperti mukena, sarung maupun sajadah serta lainnya.

Disamping itu dalam lingkungan pondok wajib memberikan aturan yang harus dipatuhi oleh para santri diantaranya tidak bersalaman, menjaga jarak baik saat berinteraksi maupun saat beribadah, selalu menggunakan masker, sering cuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir atau handsanitizer, menerapkan perilaku hidup bersih dan lainnya. “Bagi santri yang merasa kurang enak badan harus mengisolasi diri dalam kamar selama 14 hari,” saran Abdillah

Selain aturan diberikan bagi santri, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh pondok pesantren yaitu, masing-masing pesantren menyusun protokol kesehatan sesuai dengan kondisi masing-masing.

“Dan bagi pondok pesantren yang belum melaksanakan kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren atau yang melakukan secara bertahap pimpinan dan pengasuh pondok pesantren agar mempersiapkan metode pembelajaran online,” tandasnya.

Menanggapi hal ini Wakil Bupati H. Nur Ahmad Saifuddin, SH menyampaikan untuk melihat dan mengetahui jadwal masuknya pondok, karena pondok pesantren diberikan kuasa penuh bagi pengasuh pondok pesantren sehingga tidak sama oleh karena itu dengan adanya data jumlah santri sekaligus jadwal masuk dari masing-masing pondok sehingga bisa dilakukan segala persiapan untuk membantu agar pelaksanaannya bisa berjalan lancar.

“Saat ini mari kita bahas bersama kira-kira keputusannya bagaimana guna memperlancar serta menjaga Kabupaten Sidoarjo dimana keputusan yang diambil nanti tidak mempersulit juga tidak terlalu meremehkan sehingga nantinya betul-betul pelaksaan masuknya santri ini bisa berjalan dengan baik. Apa yang harus dilakuan pondok dan pengasuh serta apa yang bisa dibantu oleh pemerintah daerah,” papar wabup.

Apabila memang ada persyaratan untuk Rapid Tes bagi santri yang mondok diluar daerah kabupaten sidoarjo maka harus benar-benar dilakukan rapid, agar santri tersebut dapat melaksanaan pendidikannya kembali di pondok pesantren dan dinas kesehatan harus memfasilitasi rapid test pada para santri jika memang diperlukan,” tambahnya.

Setelah mendengarkan dan menanggapi semua persiapan dalam menyambut kembalinya para santri pada pondok masing-masing, Cak Nur berjanji akan segera merampungkan perbupnya agar bisa dijadikan pijakan dalam melaksanakan penyambutan kembali para santri ke pondok pesantren masing-masing. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar