Politik Pemerintahan

55 TKI Ilegal Pamekasan Dipulangkan Selama 2018

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 55 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal asal Pamekasan, dinyatakan sebagai Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) dan dipulangkan dari perantauan selama 2018 lalu.

Jumlah tersebut sekaligus mempertegas status daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, sebagai daerah penyumbang TKI Ilegal terbanyak kedua di Madura. Posisi terutama ditempati kabupaten Sampang.

“Jumlah TKI Ilegal asal Pamekasan, ternyata masih tinggi. Buktinya ada sebanyak 55 PMIB dipulangkan selama 2018,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pamekasan, Arif Handayani, Rabu (13/2/2019).

Alasan para TKI Ilegal yang dipulangkan dari tabah perantauan karena sejumlah alasan, di antaranya karena sakit, melanggar izin tinggal hingga meninggal dunia. “Bahkan mereka (55 TKI) semuanya diketahui berangkat secara tidak resmi alias ilegal,” ungkapnya.

“Alasannya bermacam-macam, ada yang dideportasi karena melanggar izin tinggal. Sebagian lagi pulang karena sakit hingga meninggal dunia,” sambung mantan Sekretaris DPRD Pamekasan.

Para TKI ilegal tersebut ditangani dua lembaga berbeda, yakni Loka Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (LP3TKI) Provinsi Jawa Timur, serta Pos Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) Pamekasan.

“Sebanyak 19 TKI ilegal ditangani P4TKI, sebagian besar meninggal dunia. Sementara sebanyak 36 lainnya ditangani LP3TKI,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar