Politik Pemerintahan

Maksimalkan Potensi Pariwisata, Rest Area Kota Mojokerto Siap Dilaunching

Wali Kota Mojokerto saat melihat pembanguan Rest Area Gunung Gedangan. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkot Mojokerto terus memaksimalkan potensi kepariwisataan yang dimiliki Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata. Untuk itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari tak henti – hentinya meningkatkan sarana infratruktur pembangunan diberbagai wilayah.

Satu di antaranya adalah pembangunan Rest Area Gunung Gedangan, yang nantinya akan menonjolkan produk-produk unggulan UKM dan UMKM Kota Mojokerto. Tempat istirahat yang berada di atas luasan lahan kurang lebih 6.800 meter persegi di Lingkungan Gunung Gedangan tersebut, nantinya akan memiliki berbagai fasilitas penunjang.

Seperti, kios pedagang oleh-oleh khas Kota Mojokerto, foodcourt yang memiliki konsep terbuka. Tempat ibadah atau musala, kamar mandi dan tempat istirahat. Tak hanya itu, nantinya rest area ini juga dilengkapi dengan lahan parkir yang mampu menampung kendaraan dalam jumlah banyak.

“Pembangunan ini kami mulai sejak 2019, secara bertahap. Tahap pertama sudah berjalan dengan lancar. Mulai dari pembangunan fisik gedung, kios – kios, kamar mandi dan musala. Nah, sekarang kami akan melanjutkan ke tahap kedua. Untuk pengerjaan selanjutnya, akan kami lengkapi dengan foodcourt terbuka yang bisa buat kongkow, taman dan tempat parkir yang representatif,” ungkapnya, Senin (3/2/2020).

Sehingga, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), kendaraan besar seperti bus bisa masuk dengan nyaman. Sedangkan untuk pengelolaannya lanjut Ning Ita, nantinya akan diserahkan kepada Badan usaha milik daerah (BUMD) Aneka Usaha yang saat ini masih proses pengaturan didalam Peraturan Daerah (Perda).

“Untuk sementara waktu masih ditangani oleh Disperindag. Tapi, kami sedang mengusahakan bagaimana pengelolaanya bisa ditangani oleh BUMD Aneka Usaha, yang saat ini sedang kami proses dalam Perda. Kalau BUMD kan, saya bisa kasih target sekian, menyumbang PAD sekian, jadi pengelolaanya dilakukan secara profesional,” jelasnya.

Nantinya, BUMD aneka usaha tidak hanya mengelola Rest Area Gunung Gedangan saja. Melainkan, Pemandian Sekarsari, Kawasan Wisata Bahari Rejoto dan kepariwisataan lainnya yang ada di Kota Mojokerto.

“Karena arahnya kami kepariwisataan, dan ini (rest area) merupakan salah satu bentuk pariwisata, maka akan kami arahkan pengelolaanya ke BUMD. Bisa jadi, potensi wisata di Mojokerto terus meningkat, maka dikembangkan lagi. Karena kami ingin, aset ini nantinya ditangani oleh yang profesional, kalau UPT kan hanya pelaksana teknis saja dari dinas,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar