Politik Pemerintahan

546 Orang Tak Ikut Tes SKD di Ponorogo

Peserta sedang menunggu giliran tes SKD beberapa waktu yang lalu.(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) untuk rekrutmen CPNS Pemkab Ponorogo berakhir pada Kamis (20/2/2020) kemarin. Tes yang berlangsung selama 6 hari tersebut, diikuti oleh 7.593 peserta. Padahal seharusnya yang harus mengikuti tes sebanyak 8.139 peserta.

“Jadi ada 546 peserta yang tidak mengikuti tes, atau sekitar 5 persen dari keseluruhan peserta,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Winarko Arief, Jumat (21/2/2020).

Winarko menyebut rata-rata mereka memang sengaja tidar hadir. Selain itu ada juga karena ada yang sudah datang, namun tidak membawa persyaratan. Seperti tidak membawa tanda pengenal, misalnya KTP-nya tertinggal di rumah. Karena untuk bisa mengikuti tes, harus membawa kartu ujian dan KTP.

“Kalau kartu ujian masih bisa dibantu dengan mengeprintnya, namun kalau KTP ya harus diambil. Kalau terlambat ya tidak bisa mengikuti tes SKD,” katanya.

Winarko mempertanyakan keseriusan peserta dalam mengikuti tes ini. Sebelumnya pihaknya sudah memberikan peringatan untuk datang 90 menit sebelum ujian. Tetapi masih banyak yang datang telat. Dia menyebut dirinya belum tahu kapan pengumuman hasil tes SKDnya.

“Kalau secara nasional sudah selesai tes SKDnya, baru ada pengumuman secara serentak biasanya,” katanya.

Winarko menambahkan tes SKD yang dilakukan di Expotorium Unmuh Ponorogo itu, jumlah nilai pasing grade untuk Kabupaten Ponorogo paling tinggi 421. Itu terjadi pada hari ketiga pelaksanaan pada sesi ketiga. Sedangkan nilai paling terendah tidak pasing grade dengan nilai 148.

“Tahun ini banyak yang lolos pasing grade, mungkin karena nilai TKPnya diturunkan menjadi 126. Sedangkan TKP dulu ambang batasnya tinggi dinilai 143,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar