Politik Pemerintahan

TNI, Polri, ASN dan Warga Ikrar Pancasila Sakti di Probolinggo

Probolinggo (beritajatim.com) – TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Kota Probolinggo kembali mengucapkan ikrar ‘Saya NKRI, Saya Pancasila, kami Bhineka Tunggal Ika’ usai upacara Hari Kesaktian Pancasila 2019, di lapangan Yon Zipur, Selasa (1/10/2019).
Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, ikrar di hari Pancasila Sakti menjadi pemicu pemersatu bangsa.  Sebab Pancasila, menjadikan perbedaan suatu kekuatan.
“Saling menghargai dan mengamalkan lima sila tersebut. Kami berkomitmen bersama-sama sebagai anak bangsa terus menggaungkan Pancasila,” katanya
Dengan Pancasila, lanjut Hadi, hubungan tali persaudaraan antar etnis, agama, suku, budaya dan bangsa di Indonesia bersatu. “Masyarakat harus memilah-milah mana yang baik mana yang benar. Jangan mudah menerima begitu saja info beredar, harus interospeksi diri. Sama-sama melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Kota Probolinggo harus menjadi contoh ke-bhinekaan, keberagaman di Kota Probolinggo menjadi kerukunan,” pungkas dia.
Terpisah Komandan Kodim 0820 Probolinggo, Letkol Inf. Imam Wobowo, mengamini wali kota. Menurutnya ikrar menjadi tonggak pemersatu berbagai elemen bangsa. Terutama generasi muda.
“Pemuda adalah modal dasar pembangunan Nasional, sehingga melalui ikrar diharapkan bahwa generasi muda betul2 memahami kita berada di Negara Kesatuan Indonesia,” katanya.  “Kita juga clear bahwa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 45 serta Berbhineka tunggal Ika,” lanjut Imam.
Perwira TNI dengan dua melati ini menambahkan, ikrar dilaksanakan bertepatan dengan hari Pancasila Sakti, karena momentum.  “Dalam setiap peringatan Pancasila Sakti, khususnya generasi muda, ada semangat meletup membangun dan menjaga persatuan dan kesatuan walaupun banyak perbedaan,” tutup Imam Wibowo.
Naskah ikrar sendiri dibacakan Ketua DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib.
Dalam naskah ikrar yang ditandatangani Ketua DPR RI Bambang Soesatyo itu berbunyi, bahwa mereka yang melakukan pramuka menyadari sepenuhnya bahwa sejak diproklamasikan kemerdekaan NKRI pada tanggal 17 Agustus 1945, pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam maupun luar negeri terhadap NKRI.
Rongrongan tersebut dimungkinkan oleh kelengahan, kekurangwaspadaan bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan pancasila sebagai ideologi negara. Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur ideologi pancasila, bangsa Indonesia tetap akan memperkokoh tegaknya NKRI.
“Maka di hadapan Tuhan yang Maha Esa, dalam memeringati hari kesaktian pancasila, kami membulatkan tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI,” kata Abdul Mujib membacakan ikrar. (Eko/ted)




Apa Reaksi Anda?

Komentar