Politik Pemerintahan

5 Titik Early Warning System di Nganjuk Tak Berfungsi

Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi saat menerima bantuan dari para karyawan BI Kediri

Nganjuk (beritajatim.com – Early Warning System (EWS) yang digunakan untuk mendeteksi secara dini bencana alam di sejumlah titik di Nganjuk dalam keadaan yang tidak berfungsi. Hal ini diakui oleh Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi.

“Di beberapa tempat kita sebenarnya ada, tapi kemarin tidak bunyi. Mungkin perawatanya kurang, itu kan sebenarnya fungsinya otomatis ya, ” jelas Marhaen Jumadi ditemui di Pendopo Nganjuk beberapa hari lalu.

Masih katanya di lokasi sebelumnya sudah dipasang Early Warning System di 5 titik. Untuk memastikan penyebab kerusakan Early Warning System , pihaknya masih terus menggali informasi. “Ada 5 titik ya sekarang ini termasuk di Sawahan juga ada tapi itu juga nggak fungsi. Itu juga ada keretakan didaerah Margo patut petung wulung,” ucapnya.

Karena diketahui ada beberapa peralatan Early Warning System yang tidak berfungsi. Pemda merencanakan untuk pengadaan peralatan baru. “Kita pengadaan baru ya, atau pun jika rusak masih bisa nggak untuk diperbaiki?,” lanjutnya.

Hal senada dikatakan oleh Nurul Kholifah salah satu dari kerabat korban bencana longsor mengakui jika sebenarnya 4 tahun yang lalu warga sudah diingatkan untuk pindah. “Empat tahun lalu sebenarnya sudah, mau longsor tidak ada tanda tanda,” ucapnya.

Katanya, untuk pertimbangan dirinya beserta keluarga tidak segera lekas pindah dilokasi waktu itu dikarenakan masih aman. ” Ya soalnya waktu itu masih kelihatan aman, itu loh,” jelasnya. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar