Politik Pemerintahan

5 Ruang Kelas Madrasah Ibtidaiyah di Mojokerto Rusak

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak lima ruang Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sabillurrosyad di Dusun Gedagan, Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto mengalami kerusakam. Kerusakan diduga imbas adanya pergerakkan tanah ditambah getaran kendaraan yang melebihi tonase.

Selain digunakan pelajar MI Sabillurrosyad, gedung sekolah juga digunakan Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) Sabilullrosyad. Lima ruang kelas yang rusak tersebut yakni ruang kelas 1, 2, 3, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan.

Lima ruang tersebut mengalami keretakan pada bagian dinding, kerusakan terparah terjadi pada ruang perpustakaan.Tak hanya mengalami keretakan pada bagian dinding, lantai ruang ambles sepanjang 7 meter dengan lebar 1 meter dan kedalaman mencapai 10 cm.

Sedangkan, ruang lain yang mengalami kerusakan cukup parah terlihat pada ruang kelas 2 yang digunakan tempat belajar. Pada bagain pojok utara mengalami keretakan pada dinding bagian atas pintu dan juga pada ruang UKS serta kelas 1 yang juga mengalami kerusakan lumayan parah. Pintu kelima ruang juga tak bisa ditutup.

Guru agama MI Sabilullrosyad, Munif mengatakan, kerusakan yang parah di ruang kelas 2 dan ruang perpustakaan.

“Awalnya, kerusakan hanya terjadi pada ruang perpustakaan, kemudian seminggu kemarin kerusakan merembet ke ruagan lain,” ungkapnya, Selasa (19/11/2019).

Yakni ruang kelas 1, 2 , 3 dan ruang UKS. Setiap ruang kelas yang memiliki luas 7X8 meter persegi tersebut rata-rata mengalami kerusakan pada dinding dan lantai. Terlebih pada ruang perpustakaan, akibat pergerakan tanah sehingga lantai ruang kelas ambles.

“Di MI Sabilullrosyad, ada 205 siswa, kelas 1 sebanyak 19 siswa, kelas 2 ada 35 siswa dan kelas 3 terdapat 35 siswa. Sedangkan SMPI hanya terdampak 28 siswa Kelas VII yang juga menggunakan ruang kelas 3 MI, dari total 105 siswa SMPI. Karena sudah tak ada ruangan lain, jadi terpaksa tetap digunakan,” pungkasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar