Politik Pemerintahan

5 Pengawas Desa Tak Tahu Jika Masuk Berkas Calon Independen Jember

Jember (beritajatim.com) – Lima orang pengawas desa menyatakan tidak tahu, jika masuk dalam berkas dukungan pasangan calon bupati dan wakil bupati perseorangan atau independen Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto. Sebelumnya nama mereka dilaporkan oleh PDI Perjuangan kepada Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Ketua Bawaslu Jember Thobrony Pusaka sudah melakukan klarifikasi kepada lima orang itu. Namun dari laporan tersebut Bawaslu segera melakukan tindakan lanjutan. “Kami saat ini sedang menyisir semua jajaran pengawas di bawah kami, apakah masih ada yang masuk dalam berkas dukungan calon perseorangan atau tidak,” katanya, Minggu (5/7/2020) siang.

Namun Thobrony tak mau berandai-andai. “Dalam tahapan verifikasi faktual ini, jika terjadi ketidaksesuaian atau TMS (Tidak Memenuhi Syarat), masih ada hak untuk memperbaiki dukungan tersebut, yakni mengganti dua kali lipat dukungan yang TMS tersebut,” katanya.

PDI Perjuangan menemukan adanya puluhan orang penyelenggara pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang menjadi pendukung pasangan calon independen Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto.

Ketua Bawaslu Jember Thobrony Pusaka

Mereka adalah penyelenggara dan pengawas pemilu di Kecamatan Puger, Sumbersari, Kalisat, Sumberbaru, Ajung, Umbulsari, Kaliwates, Panti, Jelbuk, Silo, Jenggawah, Sukorambi, Mumbulsari. Faida sendiri saat ini masih menjabat bupati Jember.

“Sekarang pilkada memasuki tahapan verifikasi faktual untuk dukungan calon perseorangan. Dari proses pencermatan dan pengamatan oleh struktur kami di tingkat ranting, tingkat desa, kami menemukan setidaknya ada 20 anggota panitia pemungutan suara, satu orang anggota panitia pemilihan kecamatan, dan lima orang anggota panitia pengawas tingkat desa yang masuk di (berkas) dukungan calon perseorangan,” kata Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Cabang PDIP Jember Widarto. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar