Politik Pemerintahan

5 Mahasiswa Pamekasan ‘Terjebak’ di Xianning, Pemkab Intens Komunikasi dengan Pemprov

Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan memastikan sudah menjalin komunikasi dan koordinasi intens bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, terkait kondisi mahasiswa asal Pamekasan yang ‘terjebak’ di wilayah Xianning, Provinsi Hubei, RRC.

Sebab saat ini sekitar lima mahasiswa asal Kabupaten Pamekasan, tercatat sedang menempuh pendidikan tinggi di Xianning University. Mereka dilarang keluar area apartemen menyusul adanya kebijakan karantina oleh pemerintah setempat, khususnya sebagai antisipasi penyebaran virus corona.

Bahkan kelima mahasiswa tersebut, juga dikabarkan mulai kehabisan persediaan bekal makanan akibat kondisi terisolir. “Soal itu, kami sudah koordinasi dengan Pemprov Jatim. Khususnya tentang kondisi mahasiswa asal Pamekasan,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Selasa (28/1/2020).

Seperti diketahui, sedikitnya lima mahasiswa asal Pamekasan yang menempuh pendidikan di Xianning University ‘terjebak’ di pusat kota yang berdekatan sumber penyebaran virus corona, yakni Kota Wuhan, Hubei. Bahkan jarak mereka dengan lokasi sumber virus hanya sekitar 95 kilometer (km).

Kelima mahasiswa tersebut masing-masing Anggita, Ilham Trikusnadi, Putri, Tika Putri Laksmi dan Wahdi Al-Amri. Mereka terpaksa tertahan di apartemen tempat mereka tinggal dan harus menjalankan kebijakan dari pemerintah setempat.

Akibat kondisi tersebut, keluarga dari mahasiswa yang di Pamekasan merasa khawatir dan waswas dengan kondisi anak mereka. Seperti yang dialami Herman Kusnadi dan Susmaningsih, keduanya merupakan keluarga dari Ilham Trikusnadi dan Tika Putri Laksmi yang tercatat sebagai warga Jl Bonorogo, Baru rambat Timur, Pademawu. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar