Politik Pemerintahan

40 Persen Dilanggar, Bupati Jember Hendak Revisi Perda RTRW

Bupati Hendy Siswanto. [foto: Humas Unej]

Jember (beritajatim.com) – Sebagian Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember, Jawa Timur, telah dilanggar. Bupati Hendy Siswanto bermaksud menertibkan, sekaligus membuat Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang.

Hendy menyoroti alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi perumahan yang selama ini terjadi di Jember. “Ini ‘tak genah’ juga Jember. Ini mau saya tertibkan. Saya akan membuat masterplan. Kita punya RTRW yang dilanggar 40 persen. Dibuat sendiri RTRW-nya, dilanggar sendiri RTRW-nya,” katanya, dalam acara dialog publik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Universitas Jember, di DPRD Jember, Kamis (4/3/2021).

“Kami akan merevisi RTRW dan itu didiskusikan. Turunan RTRW adalah Rencana Detail Tata Ruang. Di situ akan berbunyi, lahan-lahan produktif tidak boleh dipakai lagi untuk keperluan yang lain,” kata Hendy.

Dalam acara tersebut, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Jember Jumantoro memang meminta kepada Hendy agar mencegah alih fungsi lahan pertanian. “Sehingga ada kawasan hijau yang aman abadi, sehingga predikat Jember sebagai lumbung pangan bisa terjaga,” katanya.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jember Baijuri sepakat dengan rencana revisi itu. Pasalnya, dalam Perda RTRW Nomor 1 Tahun 2015, ada 11 kecamatan dinyatakan masuk wilayah pertambangan. Ia ingin pasal mengenai pertambangan dihapus, khususnya di sebelas kecamatan. Setelah itu, Pemkab Jember harus segera membuat Perda RDTR.

Hendy mengatakan, revisi RTRW itu akan melibatkan konsultan profesional. Nantinya harus ada kesepakatan dengan DPRD Jember dan masyarakat bisa ikut memberikan ide melalui musyawarah perencanaan pembangunan. “Kalau sudah disepakati, jangan coba-coba teman-teman melakukan macam-macam yang lain,” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk