Politik Pemerintahan

4 Proyek PUPR Kota Mojokerto Diputus Kontrak, Rekanan Beralasan Waktu Mepet

Salah satu proyek Kota Mojokerto yang diputus kontrak. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dari delapan proyek normalisasi saluran air tahun 2019 senilai Rp5,5 miliar di Kota Mojokerto yang diputus kontrak, empat di antaranya milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto. Empat proyek tersebut dikerjakan dua rekanan yakni CV Andan Sari dan CV Araya.

Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto Mashudi mengatakan, dari delapan proyek tersebut, empat proyek dikerjakan Dinas PUPR dan empat proyek lainnya dikerjakan oleh pihak kelurahan setempat. Tidak selesainya pengerjaan proyek tersebut berdampak pada empat paket proyek normalisasi saluran air dan drainase menjadi terlantar.

“Kita masih menunggu rekomendasi dari Inspektorat, nanti akan menggunakan dana pemeliharaan PUPR tahun anggaran 2020. Ada tanda-tanda yang tidak benar sebelumnya, karena rekanan tidak ada komunikasi saat dimulainya pengerjaan proyek,” ungkapnya, Kamis (16/1/2020).

Masih kata Mashudi, pihaknya sudah menganalisa waktu dan tenaga kerja sebelum proyek dikerjakan oleh rekanan. Namun dari pengakuan dua kontraktor tersebut banyak pekerjaan proyek sehingga pekerjanya kurang. Diketahui, CV. Araya baru mulai mengerjakan pada November 2019.

“Kita juga menganalisa waktu dan tenaga kerja pasti cukup waktunya. Kami sudah hitung makanya kami lakukan lelang, jika tidak cukup waktu tidak akan dilelang. Jadi tidak ada alasan waktu mepet, jangan seolah kita yang terkesan disalahkan kalau ada proyek tidak selesai,” jelasnya.

Sebelum putus kontrak dan diblacklist, tegas Mashudi, pihaknya sudah melayangkan tiga kali peringatan selama Oktober 2019 namun rekanan sulit dihubungi. Pihaknya sangat menyayangkan tanggung jawab dari kontraktor tersebut lantaran progres pengerjaan proyek saluran dan drainase belum tuntas yang tidak lebih dari 42 persen.

“Progres pengerjaan proyek di Jl Niaga 0 persen tidak dikerjakan CV. Andan Sari, untuk CV. Araya di Ngaglik juga 0 persen dan pemasangan U-Gutter di Kalimati Gang IV mencapai 28 persen serta Gang III Kalimati 0 persen, di Banjarnayar pengerjaannya mencapai 11 hingga 42 persen,” urainya.

Masih kata Mashudi, pihaknya membayar jika progres pekerjaan telah selesai diaudit Inspektorat. Menurutnya, rekanan yang pekerjaannya nol persen tidak dapat pembayaran dan kehilangan dana jaminan pekerjaan. Pihaknya memutus kontrak dua rekanan tersebut dan dimasukkan ke daftar blacklist serta tidak bisa mendapatkan proyek di Indonesia.

“Sanksi blacklist menunggu rekomendasi inspektorat. Dampak proyek akan kami perbaiki dengan menggunakan anggaran pemeliharaan setelah diaudit inspektorat agar tidak tumpang tindih dengan pekerjaan rekanan. Kalimati tidak ada pengaspalan lagi karena ditanggung kelurahan,” ujarnya.

Mashudi menjelaskan, pihaknya akan menjadwal ulang dan menyesuaikan dengan hasil audit Inspektorat. Empat proyek tersebut akan kembali dilelang setelah anggaran disetujui di dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2020.

“Dua rekanan ini sempat mengajukan perpanjangan sampai 31 Desember 2019 untuk menyelesaikan pengerjaan proyek, tapi sesuai kajian dari tim pengawas dan konsultan analisa waktu tidak akan cukup untuk merampungkan seluruh proyek. Kita berpedoman sesuai Rule tidak bisa diperpanjang pengerjaan proyek ini jadi kami putus kontrak pada 27 Desember 2019,” paparnya. [tin/suf]

Berikut daftar mpat paket proyek milik PUPR Kota Mojokerto yang dimenangkan dua rekanan yang sudah diputus kontrak:

1. Proyek normalisasi saluran air dan trotoar di Jalan Niaga Kelurahan Sentanan, Kecamatan Magersari penyelenggara OPD Dinas PUPR Kota Mojokerto dengan pemenang tender CV Andan Sari nilai realisasi Rp267.539.000.

2. Paket 3 pembuatan saluran air tengah (U Getter) di Gang Kalimati IV dan Kalimati III Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan penyelenggara Dinas PUPR dengan pemenang tender CV Araya Kabupaten Sidoarjo nilai realisasi Rp434.135.000.

3. Paket I pembuatan saluran U Getter baru di Banjaranyar dan Karanglo, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari penyelenggara Dinas PUPR dengan pemenang tender CV Araya nilai realisasi Rp391.965.000.

4. Paket 3 pembuatan saluran air baru Ngaglik Gotong Royong III, Ngaglik Gang III, Pekayon Gang VI, Suratan Ngaglik Gotong Royong V, Kranggan VI, Kecamatan Kranggan penyelenggara Dinas PUPR dengan pemenang tender CV Araya nilai realisasi Rp417.900.000.

Sementara empat proyek lainnya yang dikerjakan pihak kelurahan setempat dan satu proyek pengadaan alat kedokteran umum yakni :

1. Perbaikan saluran drainase dan selokan lingkungan (Paket 1) penyelenggara Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari dengan pemenang tender CV Duta Perkasa nilai realisasi Rp1.907.961.000.

2. Perbaikan pembangunan drainase dan selokan lingkungan (Paket 1) penyelenggara Kelurahan Magersari, Kecamatan Magersari dengan pemenang tender CV Manahadap nilai realisasi Rp416.945.000.

3. Perbaikan pembangunan drainase dan selokan lingkungan (Paket 1) penyelenggara Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon dengan pemenang tender CV Andan Sari nilai realisasi Rp907.766.000.

4. Perbaikan pembangunan drainase dan selokan lingkungan (Paket 1) penyelenggara Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon dengan pemenang tender CV Manahadap nilai realisasi Rp809.602.000.

5. Proyek pengadaan alat kedokteran umum yang memakai dana pajak rokok senilai Rp 384.907.000. Proyek ini dimenangkan PT Esa Medika Mandiri.

Sehingga dari delapan proyek normalisasi saluran air dan satu proyek pengadaan alat kedokteran umum yang diputus kontrak tersebut dengan nilai anggaran Rp5.938.740.000.





Apa Reaksi Anda?

Komentar