Politik Pemerintahan

4 Kecamatan di Pamekasan Jadi Opsi Pemekaran

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak empat kecamatan di Pamekasan, dijadikan sebagai opsi untuk dilakukan pemekaran guna meningkatkan sektor pelayanan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat di wilayah setempat.

Hal tersebut berdasar hasil rekomendasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pamekasan, serta hasil analisis data tentang urgensi pemekaran kecamatan yang dilakukan Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.

Hasil analisis tersebut disampaikan dalam sebuah Seminar Kajian Ilmiah Pemekaran Kecamatan yang digelar di Kantor Bappeda Pamekasan, Jl Jokotole Nomor 5 Pamekasan, Kamis (17/9/2020) lalu. Sekaligus menjabarkan tentang hasil survei yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir.

“Kajian seputar urgensi pemekaran dilakukan di sejumlah kecamatan di Pamekasan, termasuk rekomendasi dari Bappeda Pamekasan. Kecamatan yang kita pilih untuk dilakukan penelitian difokuskan pada empat kecamatan berbeda, yakni Batumarmar, Pademawu, Palengaan dan Proppo,” kata Prof Bagong Suyanto, melalui rilis yang diterima beritajatim.com, Senin (26/10/2020).

Kesimpulan tersebut dilatarbelakangi karena dinamika perubahan penduduk di kabupaten Pamekasan terus memberikan dampak dari tahun ke tahun. Terlebih problem dan kebutuhan masyarakat akan layanan lebih baik terus berkembang dan sangat dinamis.

“Tujuan dari pemekaran ini adalah untuk meningkatkan efesiensi kerja aparatur pemerintah dalam pelayanan, sekaligus untuk meningkatkan kemampuan kecamatan untuk bersama menggali dan mengembangkan potensi masyarakat, serta meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat di setiap kecamatan di Pamekasan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pandangan responden terhadap pemekaran kecamatan juga berorientasi pada berbagai layanan yang dapat di akses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Setidaknya terdapat beberapa aspek layanan dari dampak adanya pemekaran ini,” tegas Prof Bagong Suyanto.

“Aspek layanan tersebut meliputi aspek layanan kesehatan, pendidikan, layanan administrasi pendidikan hingga layanan pengembangan usaha di setiap kecamatan. Terlebih tujuan pemekaran ini sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan kecamatan untuk bersama menggali dan mengembangkan potensi masyarakat,” imbuhnya.

Tidak kalah penting dari semua itu, tujuan lainnya juga sebagai upaya untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang berorientasi pada sektor kesejahteraan. “Tentunya juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat di setiap kecamatan di Pamekasan,” tegas salah satu pakar asal UNAIR Surabaya. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar