Politik Pemerintahan

4.874 Pengawas Pemilu di Jember Diasuransikan BPJS Ketenagakerjaan

Jember (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember, Jawa Timur, resmi menjalin kerjasama dengan Badan Penyelanggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Kamis (12/3/2020).

Penandatanganan nota kerjasama dilakukan oleh Ketua Bawaslu Jember Imam Thobroni Pusaka dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jember R. Edy Suryono, di kantor Bawaslu. Dengan kerjasama ini, maka selama pemilihan bupati dan wakil bupati Jember, 4.874 petugas pengawas pemilu akan diasuransikan.

Asuransi ketenagakerjaan ini meliputi 93 orang pengawas kecamatan, 186 orang staf pengawas kecamatan, 248 orang pengawas desa dan kelurahan, dan 4.347 orang pengawas tempat pemungutan suara. Mereka mendapat jaminan sosial kematian dan kecelakaan kerja. Khusus untuk petugas TPS santunan berlaku sebulan. Sementara untuk petugas yang lain berlaku sesuai masa surat keputusan kerja.

“Pemilu kemarin kami tak ada anggaran perlindungan kerja. Setelah banyak petugas yang tumbang dalam pemilu 2019, kami bisa menganggarkannya dalam pilkada,” kata Thobroni. Selama pemilu 2019, ada satu orang mengalami keguguran satu oranf menjalani opname tiga hari.

Dengan adanya kerjasama ini, maka Bawaslu Jember tak perlu menunggu izin Bawaslu RI untuk memberikan santunan bagi petugas yang mengalami kecelakaan kerja atau kematian. “Kalau kemarin kan kami masih harus setor data dan santunan itu lama turunnya,” kata Thobroni.

Setelah pemilihan, petugas pengawasan pemilu bisa melanjutkan keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan itu secara personal. Premi tentunya dibayar sendiri. (wir/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar