Politik Pemerintahan

355 Calon CPNS Segera Pemberkasan, 13 Formasi Tetap Kosong

Lebih dari 350 calon CPNS akan mengikuti pemberkasan setelah mereka dinyatakan lulus seleksi administrasi dan seleksi tulis beberapa bulan belakangan. Para peserta saat sesi tanya jawab dalam pengarahan pemberkasan di gedung Sasana Praja Ponorogo, Selasa (8/1/2018).

Ponorogo (beritajatim.com) – Pada pertengahan Januari ini sebanyak 355 orang peserta seleksi CPNS 2018 bakal menjalani pemberkasan untuk mendapatkan nomor induk pegawai alias NIP serta SK CPNS-nya. Dalam waktu dekat mereka akan segera mengikuti diklat dan bekerja di instansi masing-masing sesuai formasi yang dimasuki.

Kabid Formasi dan Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Ponorogo Iwan Yono Saputra, Selasa (8/1/2018) mengatakan, mereka yang akan segera diberkas adalah 350 orang peserta seleksi CPNS yang lulus ujian Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) dan Seleksi Kemampuan Bidang (SKB). Lima orang lainnya berasal dari lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).

“Hari ini mereka kita beri arahan untuk melengkapi dokumen yang diminta untuk pemberkasan. Mereka nantinya akan mendapatkan SK CPNS dan SPMT (Surat Perintah Melaksanakan Tugas). Setelah itu mereka baru bekerja dan mendapatkan gaji sebesar 80 persen karena statusnya maish CPNS. Satu tahun kemudian, paling lama, akan diangkat sebagai PNS dan (gajinya) dibayar 100 persen,” terang Iwan usia Pengarahan Pemberkasan CPNS Hasil Seleksi 2018 di Sasana Praja.

Dari 356 formasi yang diajukan untuk Ponorogo, sebanyak 13 formasi dokter spesialis tetap kosong. Sejak awal, posisi ini tidak ada pelamarnya. Penyebabnya, usia para calon pelamar sudah melebihi 35 tahun atau syarakat usia maksimal dalam formasi tersebut.

Di tengah proses rekrutmen, Pemkab Ponorogo mendapatkan tambahan 7 kursi CPNS untuk tenaga honorer K2. Kursi ini berasal dari tenaga honorer K2 yang semula dijatah 23 orang menjadi 30 formasi. Total formasi menjadi 363 orang. “Jadi karena yang kosong 13 formasi maka yang lolos ada 350 formasi. Nanti, kalau ada dokumen yang tidak disa dilengkapi maka bisa jadi jumlah yang lolos pemberkasan ini berkurang,” ujarnya.

Formasi untuk lulusan cumlaude memang sempat ada yang kosong. Yaitu untuk satu guru dan dua dokter umum. Tapi kebutuhan ini kemudian diambilkan dari peserta L1 (peserta yang lulus dengan nilai batas bawah pertama berdasar PermenPAN-RB 37/2018 dan pesrta L2 (berdasar PermenPAN RB 61/2018).

Iwan menambahkan, para peserta pemberkasan juga diminta untuk membuat surat kesanggupan untuk tidak meminta mutasi atau pindah tugas ke daerah lain selama 10 tahun ke depan. Hal ini agar formasi yang telah diusulkan dan diisi oleh para CPNS ini tidak lagi kosong sehingga harus dicarikan penggantinya. [dil/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar