Politik Pemerintahan

31vPMI Asal Ponorogo Pulang Kampung

Seorang pekerja migran dijemput oleh Pemdes setempat untuk dilakukan karantina di balai desa. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 31 pekerja migran Indonesia (PMI) tiba di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo pada hari Selasa (4/5) siang. Mestinya ada 32 PMI yang pulang kampung ke bumi reyog, namun ada satu orang ditunda, karena masih menjalani rawat inap di rumah sakit Indrapura Surabaya.

“Hari ini mestinya ada 32 orang yang pulang, tetapi dicancel 1 orang, karena menjalani rawat inap di RS Indrapura Surabaya,” kata Kepala Disnaker Ponorogo Bedianto, Selasa (4/5/2021).

Bedianto belum mau berspekulasi apakah 1 orang yang ditunda itu terkait covid-19. Menurut informasi yang diterimanya, yang bersangkutan dinyatakan sakit. Entah sakitnya apa, prosedurnya sampai daerah harus dalam keadaan sehat.

“Ya dalam pengamatan dokter, harus tinggal dulu disana untuk perawatan dan prosedurnya memang seperti itu,” katanya.

Ibed panggilan karib Bedianto mengungkapkan para PMI ini setelah turun dari pesawat di bandara Juanda, langsung menjalani karantina di asrama Haji Sukolilo Surabaya selama 2 hari. Sebelum pulang ke daerah, PMI ini dilakukan swab dulu. Jika hasilnya negatif, mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke daerah dengan dijemput oleh Dinas Perhubungan tempat tinggalnya.

“Tiba di kampung halaman, juga belum boleh pulang ke rumah. PMI kembali menjalani karantina di balai desa masing-masing selama 3 hari. Mereka dipantau oleh tim kesehatan dari puskesmas setempat, jika selama karantina sehat maka diperbolehkan pulang,” katanya.

Sementara itu, salah satu PMI bernama Oki Setiaji (24) mengaku dirinya mau tidak mau harus turut dalam proses pemulangan PMI secara protkes yang ketat ini. Dia juga tidak mau disalahkan, jika dikemudian hari ada yang tertular covid-19 akibat kepulangannya.

“Ya mau gak mau harus kita terima, kalau menularkan ke orang lain kan juga kasihan. Jadi lebih baik dikarantina,” katanya.

Pekerja migran asal Desa Karangpatihan Kecamatan Balong itu mengungkapkan kepulangannya ini karena sudah habis kontrak selama 2,5 tahun di negeri Brunei Darussalam. Tiba di bandara Juanda menjalani protkes yang tertib, mulai dites swab hingga menjalani karantina di asrama haji Sukolilo Surabaya.

“Karantina di asrama haji Sukolilo Surabaya selama 2 hari, jika hasil swabnya negatif dijemput oleh Pemkab/Pemkot masing-masing,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar