Politik Pemerintahan

30 ribu KIA di Kabupaten Mojokerto Sudah Tercetak

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto sudah mencetak sebanyak 30 ribu Kartu Identitas Anak (KIA). Tahap pertama, Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto mencetak KIA untuk anak usia 5 tahun sampai 17 tahun.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi mengatakan, segala ketentuan dan kebijakan mengenai KIA ini mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak.

“KIA selanjutnya akan menjadi identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia 5 tahun sampai 17 tahun kurang satu bulan atau belum menikah. Sudah ada 30 ribu KIA yang kita cetak dan prosesnya masih terus berlangsung,” ungkapnya, Selasa (19/3/2019).

Pemerintah menerbitkan KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik. KIA juga merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara Indonesia.

“Ini sebagai tanda pengenal atau bukti diri yang sah saat melakukan pelayanan publik seperti saat mengurus paspor atau untuk keperluan lain yang selama ini menggunakan syarat akta kelahiran. Pengadaan dan anggaran terbatas sehingga bertahap,” katanya.

Menurutnya, sebanyak 30 ribu KIA yang sudah dicetak tersebut belum bisa menjawab berapa persen kebutuhan KIA di Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, jumlah anak di Kabupaten Mojokerto cukup banyak. Namun nantinya setiap anak yang lahir hingga usia 17 tahun akan mendapatkan KIA.

“Belum bisa menjawab masih berapa persen karena proses masih berlanjut dan 30 ribu itu baru sedikit karena jumlah anak di Kabupaten Mojokerto mulai usia 0 sampai 17 tahun cukup banyak. Yang jelas, proses masih belangsung dan bertahap,” jelasnya.[tin]



Apa Reaksi Anda?

Komentar