Politik Pemerintahan

30.000 Orang Meninggal Masih Masuk Daftar Pemilih Pilkada Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 30.000 warga Sumenep yang telah meninggal ditemukan masih tercantum dalam data calon pemilih di Pilkada 2020.

“Data itu diketahui saat dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP),” kata Komisioner KPU Sumenep, Syaifur Rahman, Rabu (05/08/2020).

Ia menjelaskan, data calon pemilih tersebut berasal dari DP4 Disdukcapil. Masih munculnya nama-nama warga yang meninggal, dimungkingkan karena tidak ada laporan atau pengurusan surat keterangan kematian dari keluarganya.

“Karena tidak ada laporan inilah, maka nama yang sudah meninggal itu tetap tercatat di Disdukcapil. Tapi saat ini nama-nama itu sudah dicoret oleh PPDP dari daftar calon pemilih,” ujar Syaifur.

Komisioner KPU Sumenep, Syaifur Rahman

Ia menerangkan, selain warga yang sudah meninggal, temuan lain saat coklit adalah nama ganda. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak. Yang banyak terjadi adalah satu orang mempunyai NIK yang berbeda.

“Jadi dia ini punya dua identitas dengan NIK yang berbeda. Setelah di cek di lapangan saat coklit, orangnya satu. Jadi yang satu kami coret,” ungkapnya.

Selain nama-nama yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai pemilih Pilkada, ada juga nama-nama yang tidak masuk dalam daftar calon pemilih.

“Jumlahnya sekitar 20.000 orang. Ada yang memang merupakan pemilih pemula, ada juga yang karena sebab lain. Misalnya dulu TNI Polri aktif, sekarang sudah pensiun sehingga punya hak pilih,” paparnya.

Ia menjelaskan, data calon pemilih sampai saat ini belum final, karena proses coklit masih belum selesai hingga 13 Agustus. Hingga saat ini, coklit yang telah dilakukan mencapai 66 persen.

“Kami optimis sebelum batas akhir masa coklit, PPDP di Sumenep sudah bisa menyelesaikan tugasnya. Kami terus melakukan pemantauan langsung kinerja PPDP, baik di daratan maupun kepulauan,” pungkas Syaifur. [tem/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar