Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

3 Peserta Tes SKD Terpapar Covid-19, Bakal Dijadwal Ulang

Kepala BKPSDM Ponorogo, Winarko Arief(foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemkab Ponorogo sudah berjalan selama seminggu. Rencananya tes SKD akan berakhir dua hari lagi atau tanggal 16 Oktober 2021. Tes dilakukan dengan menaati protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Peserta bisa ikut tes, jika memenuhi beberapa syarat untuk antisipasi terpapar Covid-19. Yakni dengan membawa surat keterangan vaksin dan hasil tes swab antigen maupun tes PCR.

“Tes SKD ini dilakukan dengan prokes yang ketat. Jadi insyallah digelarnya tes SKD ini tidak akan menyebabkan penularan Covid-19” kata Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo, Winarko Arief, Kamis (14/10/2021).

Winarko mengungkapkan hingga hari ini (14/10), peserta yang sudah lapor bahwa dia positif Covid-19 ada 3 orang. Rinciannya 2 orang sudah beberapa hari lalu dan yang satu baru kemarin (13/10). Mereka melaporkan lewat internet lewat surat elektronik kepada BKPSDM Ponorogo. Kemudian laporan itu, kata Winarko diteruskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Ada tiga orang yang positif Covid-19 dan sudah melaporkannya kepada kami,” ungkap laki-laki yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo itu.

Dari semua peserta yang positif Covid-19 itu, dua peserta sudah diberikan waktu khusus oleh BKN. Pun dengan tempat tesnya, yakni di kantor BKN Kanreg Jatim. Sementara satu peserta sisanya masih menunggu pemberitahuan dari BKN. “2 peserta sudah ditentukan jadwal tesnya, namun satu peserta sisanya masih belum dijawab oleh BKN,” ungkapnya.

Winarko menambahkan, sebenarnya ada satu lagi peserta yang terpapar covid-19. BKPSDM mendapatkan informasi tersebut dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo. Namun, yang bersangkutan hingga jadwalnya tes berakhir, tidak melaporkannya. Selain itu, pesertanya juga tidak hadir di tempat tes. Sehingga ia dipastikan gugur dalam pelaksanaan tes SKD ini.

“Otomatis gugur, sebab yang bersangkutan tidak melapor kepada kami dan tidak datang saat hari H tes. Kalau melapor pasti kita layani dan diteruskan ke BKN. Sehingga nantinya dapat ikut sesi khusus,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar