Politik Pemerintahan

3 Pasangan Calon Independen di Mojokerto Belum Input Silom

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, Divisi Teknis dan Data, Achmad Arif. [Foto; misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tercatat, ada tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto melalui jalur independen yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto. Namun, syarat dukungan yang diinput di Sistem Informasi Pencalonan (SILON) belum juga diisi para calon pasangan independen.

Ketiganya yakni. Edi Wiliang-Eka Setya Hari Suci alias Eci, Subagya Martasentana-Defri Ervanda Krismianto dan seorang perempuan asal Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto yakni Damiatul Alfiyah. Di pilkada 2020, KPU menetapkan jumlah minimal syarat dukungan sebesar 62.338 orang.

Dukungan tersebut didapat dengan perhitungan 7,5 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 831.172. Sebanyak 62.338 dukungan tersebut dari jumlah itu, penyebaran dukungan harus terjadi di 10 kecamatan atau lebih 50 persen dari jumlah kecamatan di Kabupaten Mojokerto.

DPT sebanyak 831.172 tersebut merupakan DPT yang digunakan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu. Penetapan jumlah ini, sesuai UU Nomor 10 Tahun 2016 dan PKPU Nomor 3 Tahun 2017.

Dalam UU tersebut, kabupaten/kota dengan jumlah penduduk yang tercatat di DPT lebih dari 500 ribu sampai 1 juta, maka harus didukung paling sedikit 7,5 persen. Syarat dukungan tersebut berupa kartu tanda penduduk Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang dilampiri formulir B1 saat diserahkan ke KPU.

Ribuan dukungan tersebut harus diinput di SILON oleh pasangan calon independen. Namun hingga kini ketiga pasangan belum menginput dukungan tersebut. Padahal, KPU Kabupaten Mojokerto telah mengeluarkan username dan password sejak awal Januari lalu.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, Divisi Teknis dan Data, Achmad Arif membenarkan terkait hal tersebut. Sementara, batasan pengiriman syarat dukungan terakhir, 23 Februari 2020 nanti. “Dua bacalon sudah memiliki username dan password Silon. Kami juga tidak tahu apa kendalanya, kok belum diinput dukungannya,” ungkapnya, Sabtu (1/2/2020).

Menurutnya, KPU tidak akan memberikan toleransi bagi bacalon independen yang tidak mampu memenuhi syarat minimal dukungan. Jika sampai batas akhir pasangan calon independen belum juga menginput dukungan, maka KPU Kabupaten Mojokerto akan memasukkan dalam daftar Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Sementara itu, selain munculnya tiga nama bakal calon dari jalur independen, sejumlah figur dari jalur partai politik (parpol) juga terus mencuat. Yakni Bupati Mojokerto Pungkasiadi yang tercatat sebagai incumbent, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mojokerto Yoko Priyono.

Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pemprov Jawa Timur Purwo Santoso, PNS aktif Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto Kusnan Hariadi dan terakhir istri mantan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra.(tin/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar