Politik Pemerintahan

3.364 KPM di Kabupaten Kediri Bagian Selatan Terima BST

Penyaluran BST di Kantor Desa Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Kediri (beritajatim.com) – Sebanyak 3.364 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari empat kecamatan yakni, Ngadiluwih, Kras, Kandat dan Ringinrejo, Kabupaten Kediri hari ini terima penyaluran Bantuan Sosial Tunai atau BST. Bantuan uang tunai sebesar Rp 600 ribu tersebut diperuntukkan bagi warga kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19.

Penyaluran BST ini dilakukan oleh petugas dari PT Pos melalui 13 kantor desa. Proses pendistribusian bantuan menggunakan protokol kesehatan. Antara lain, penerima diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan tertib dalam antrean pada tempat duduk yang sudah disetting berjarak atau physical distancing.

Seperti misalnya di Kantor Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih ini. Penerima yang telah mencuci tangan kemudian melakukan pendaftaran. Setelah itu, satu persatu dipanggil untuk menerima uang tunai sebesar Rp 600 ribu.

Adapun syaratnya dengan menunjukkan kartu identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) bagi yang diwakili oleh anggota keluarganya. Sebagai bukti penyerahan bantuan, petugas melakukan scanning barcode pada KTP dan memfoto uang yang diserahkan.

Kususiyah, salah satu penerima BST asal Dusun Ngadiloyo, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih mengaku, bersyukur. Uang bantuan tersebut rencananya akan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan lebaran bersama anaknya.

“Alhamdulillah mau Lebaran dapat bantuan. Bisa saya gunakan untuk kebutuhan Lebaran,” kata Kususiyah. Perempuan paroh baya ini tidak memiliki pekerjaan tetap. Selama ini, dirinya tidak memperoleh bantuan regular seperti PKH, BPNT dan BLT.

Hal senada dikatakan oleh Djoko Hadi Siswandono, Kepala Desa Ngadiluwih. Melalui bantuan tersebut, pihaknya berharap dapat meringankan beban masyarakat di tengah wabah korona.

Terlebih, desa ini masuk zona merah Covid-19, setelah seorang dokter meninggal dunia karena terpapar korona dan adanya klaster penularan dari karyawan pabrik tokok di Tulungagung serta klaster santri Pondok Pesantren Temboro, Magetan.

“Kami berharap seluruh masyarakat kami yang kurang mampu bisa menerima bantuan yang sama. Sehingga mereka dapat terbantu ekonominya selama pandemic Covid-19 ini,” pinta Djoko Hadi Siswandono, Kepala Desa Ngadiluwih.

Dari empat kecamatan yaitu, Kandat, Kras, Ngadiluwih dan Ringinrejo terdata ada 3.364 KPM BST, pada gelombang perdana ini. Untuk kecamatan Kandat yang terdiri dari 12 Desa, sebanyak  876 KPM.

Selanjutnya Kecamatan Kras, 16 Desa 613 KPM. Kecamatan Ngadiluwih, 16 Desa sebanyak 1.329 KPM dan terakhir Kecamatan Ringinrejo 11 Desa, sebanyak 546 KPM.

Sementara itu, berdasarkan update data perkembangan Covid-19 Kabupaten Kediri 19 Mei 2020 terdapat 1 (satu) tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, yaitu warga Kelurahan Pare Kecamatan Pare. Kasus ini merupakan klaster baru dan saat ini pasien melakukan isolasi mandiri di Surabaya.

Sebagai langkah antisipasi penyebaran dan memutus penularan Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri melakukan tracing untuk menelusuri riwayat pasien tersebut. Dengan tambahan kasus ini, saat ini terdapat 55 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. [adv kominfo/nm]

Apa Reaksi Anda?

Komentar