Politik Pemerintahan

26 Ribu Warga Kota Malang Tak Mendapatkan Air Selama 6 Hari

Droping air di Perumahan Bulan Terang Utama, Kedungkandang, Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Sebanyak 26 ribu warga Kecamatan Kedungkandang dan sebagian Kecamatan Sukun, Kota Malang tidak mendapatkan aliran air bersih dari PDAM selama 6 hari terhitung sejak Jumat, (10/1/2020).

Mereka tak mendapatkan aliran air karena pipa dinas 500 mm di Pulung Dowo, Tumpang terjadi kebocoran atau pecah.

Salah satu warga terdampak Avirista mengatakan di wilayahnya di Perumahan Bulan Terang Utama air mati sudah hampir sepekan. Naasnya lagi, dia mengajukan permohonan bantuan tangki air tak juga direspon oleh PDAM. Dia pun mengaku tak bisa melakukan aktivitas mandi cuci kakus pada umumnya.

“Mengajukan droping air mulai Sabtu tidak disetujui atau tidak diberi bantuan. Gak bisa cuci-cuci, jangankan cuci-cuci mandi saja susah. Air berkali-kali mati tapi tagihan selalu naik,” kata Avirista, Rabu, (15/1/2020).

Di rumah itu dia tinggal bersama istrinya, untuk memenuhi kebutuhan air dia terpaksa mengambil air yang disediakan pihak pengembang perumahan melalui sumur bor. Jarak sumur bor dari rumahnya sekitar 30 meter. Sejauh itulah, dia harus menimba air menggunakan bak mandi ataupun galon air.

“Ya harus berkali-kali ngangsuh banyu (menimba air). Di RT saya total ada 30 warga atau pelanggan. Kalau se perumahan ya ada 300 pelanggan,” ujar Avirista.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan hingga saat ini PDAM Kota Malang atau Perumda Tugu Tirta sedang melakukan perbaikan di titik jebolnya pipa aliran air. Sebagai orang nomor satu di Kota Malang dia meminta maaf kepada para pelanggan air di wilayahnya.

“Kita terus lakukan pembenahan dan perbaikan. Kita baru saja melakukan koordinasi dengan Kepala Pusat Balai Air Tanah dan Air Baku, PUPR. Kami mohon maaf, supaya saling mengerti bahwa ini musibah kita. Nanti malam saya minta dibenahi, agar memastikan warga dialiri,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar