Politik Pemerintahan

25 Pengacara Siap Dampingi DPRD Jember Hadapi Gugatan Soal Hak Angket

Jember (beritajatim.com) – Gugatan terhadap penggunaan hak angket DPRD Jember, Jawa Timur, ditanggapi santai oleh legislator. Apalagi ada sejumlah pengacara yang siap membantu parlemen menghadapi gugatan tersebut.

DPRD Jember digugat Slamet Mintoyo, warga Desa Lembengan, Kecamatan Ledokombo. Didampingi dua kuasa hukum, Mohammad Husni Thamrin dan Heru Nugroho, dia mendaftarkan gugatan warga negara (citizen law suit) terhadap penggunaan hak angket oleh DPRD, di pengadilan negeri setempat, kemarin. Ia menganggap SK (Surat Keputusan) pembentukan hak angket melanggar undang-undang.

“Banyak relawan dari kalangan penasihat hukum yang siap membantu dan mendampingi DPRD menghadapi gugatan tersebut. Sampai saat ini ada sekitar 25 pengacara yang sudah menyampaikan secara lisan kepada kami untuk membela DPRD Jember,” kata Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, Kamis (27/2/2020).

Sementara itu, Ketua Panitia Angket Tabroni tersenyum saat mendengar kabar gugatan itu. “Sebagai warga negara siapapun yang merasa keinginannya tidak sesuai dengan apa yang kami lakukan, tentu dipersilakan melakukan gugatan,” katanya.

Tabroni menegaskan, DPRD Jember menggunakan hak interpelasi dan hak angket sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan. Nanti DPRD Jember akan mempelajari gugatan itu dan menyatakan sikap resmi.

“Jadi DPRD Jember ketika melakukan hak interpelasi dan berlanjut ke hak angket, semua berdasarkan aturan main. Kami meminta pendapat pakar hukum tata negara, dan yang kami lakukan konstitusional. Hak-hak tersebut diberikan negara lewat undang-undang kepada kami,” kata politisi PDI Perjuangan ini. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar