Politik Pemerintahan

24 Ribu Warga Jember Belum Punya KTP Elektronik

Bupati Hendy Siswanto saat mencoba mesin Anjungan Dukcapil Mandiri

Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 24.500 orang dari 2,2 juta warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum mengantongi kartu tanda penduduk elektronik. Pengoperasian mesin anjungan dukcapil mandiri (ADM) di Transmart menjadi salah satu upaya mempercepat pelayanan pembuatan KTP dan dokumen kependudukan lainnya.

Puluhan ribu warga Jember itu belum punya KTP elektronik karena sejumlah faktor. “Baru berusia 17 tahun, ada yang tidak di Jember lagi, ada yang ikut orang tuanya dan belum melakukan perekaman data di sini,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jember Isnaini Dwi Susanti, usai acara peresmian operasional mesin ADM di pusat belanja Transmart, Sabtu (29/5/2021).

Dispenduk akan melayangkan surat ke sekolah-sekolah. “Kami tawari mereka untuk perekaman KTP. Kami akan edukasi mereka (para siswa) untuk mengambil KTP d sini (di ADM). Ada beberapa anak muda yang mau ambil KTP di sini,” kata Susanti.

Sementara ini, ADM akan dijaga oleh seorang operator untuk mengedukasi warga yang ingin memanfaatkannya. ADM akan difungsikan tanpa petugas, jika masyarakat sudah paham cara menggunakannya.

“Tentang pelayanannya, tetap dengan menggunakan beberapa cara. Pertama, dengan WA Online, dengan SIP (Sistem Informasi Pelayanan). Kemudian masyarakat yang tidak melalui HP android, berkas diberikan ke kantor kecamatan. Ke depan kami ingin dilakukan melalui desa. Jadi lebih dekat lagi,” kata Susanti.

Bupati Hendy Siswanto mengatakan, ADM ini merupakan perhatian pemerintah pusat. “Jember meraih predikat pelayanan terbaik untuk Dukcapil (Kependudukan dan Pencatatan Sipil), sehingga kita memperoleh mesin ADM,” katanya.

Hendy mengatakan, ADM semakin menekan praktik pungutan liar dan korupsi. “Tidak ada pungutan. Yang penting dokumen lengkap, ketik sendiri, jadi sendiri. Saya berharap dengan ADM, Dispendukcapil bisa meningkatkan pelayanannya, sehingga kita bisa mendapat tambahan (ADM) lagi, karena mesin ini tidak dibeli. Ini bagian dari reward dari Bapak Menteri,” katanya. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar