Politik Pemerintahan

2021, Target Pendapatan Retribusi Parkir di Bojonegoro Rp16,7 Miliar

Bojonegoro (beritajatim.com) – Target pendapatan daerah dari retribusi parkir di Kabupaten Bojonegoro tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Tahun 2021 Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro menarget pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir mencapai Rp16,7 miliar, dari parkir harian dan parkir berlangganan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bojonegoro Andik Sudjarwo mengungkapkan, tiga tahun terakhir target pendapatan parkir terus dinaikkan. Walhasil, dua tahun terakhir target itu bisa terpenuhi lebih dari 100 persen. Itu karena jumlah pemilik kendaraan di Bojonegoro juga terus bertambah.

Pada 2018, target penerimaan retribusi parkir berlangganan kendaraan bermotor di Bojonegoro dipasang dengan angka Rp7,3 miliar. Dari target itu terpenuhi 102,83 persen atau senilai Rp7,5 miliar. Sedangkan, di 2019 target dipatok Rp7,7 miliar dan terpenuhi sebesar Rp7,8 miliar atau 101 persen.

Sedangkan pada 2020 Dishub Bojonegoro memasang target sebesar Rp10 miliar. Dari target itu, hingga Oktober 2020 tercapai Rp6 miliar atau 60,36 persen. Sedangkan di 2021 Dishub Bojonegoro mamasang target sebesar Rp15,2 miliar. “Kenaikan pendapatan dari parkir ini untuk membantu pembangunan dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Parkir berlangganan tersebut dinilai meringankan beban pemilik kendaraan bermotor yang berplat nomor Bojonegoro. Andik menganalogikan, jika pemilik kendaraan dalam sehari berpindah-pindah dan parkir di bahu jalan, maka setiap parkir harus membayar jasa parkir. Sedangkan dengan adanya parkir berlangganan, pemilik kendaraan tidak perlu membayar lagi jasa parkir di seluruh bahu jalan di Bojonegoro.

Penarikan retribusi jasa parkir ini menggunakan dasar Perda nomor 19 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum (BAB VII: Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Pasal 39 – 46). Retribusi parkir berlangganan untuk satu tahun khusus kendaraan dengan plat nomor Bojonegoro untuk sepeda motor Rp20 ribu per tahun, kendaraan bermotor roda empat Rp40 ribu per tahun, dan kendaraan bermotor yang beroda lebih dari empat sebesar Rp75 ribu per tahun.

Sedangkan kendaraan dengan plat luar Bojonegoro, dikenakan tarif parkir untuk sepeda motor Rp1.000 sekali parkir, kendaraan dengan JBB kurang dari 3.500 kg sebesar Rp2.000 dan kendaraan dengan JBB lebih dari 3.500 kg sebesar Rp3.000. Peraturan ini telah digunakan sebagai dasar selama delapan tahun terhitung hingga 2019.

Pemkab Bojonegoro melalui Dishub Bojonegoro telah melakukan peninjauan ulang terhadap Perda yang sudah dijalankan selama delapan tahun itu. Hasil kajian, Pemkab mengganti acuan dalam penarikan retribusi parkir menggunakan peraturan bupati (perbup) yang baru, nomor 44 tahun 2019 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum.

Perbup tersebut mulai disosialisasikan sejak awal 2020. Namun, hingga sekarang belum diterapkan karena kondisi Pandemi Covid-19. Dalam penyesuaian retribusi parkir tersebut ada kenaikan tarif. Yakni, untuk parkir berlangganan (kendaraan berplat nomor Bojonegoro) sepeda motor sebesar Rp40 ribu. Naik 100 persen dari tarif semula.

Kemudian kendaraan roda empat Rp60 ribu naik 50 persen dari tarif semula. Serta kendaraan bermotor beroda lebih dari empat Rp100 ribu, atau naik 33 persen dari tarif semula. Sedangkan untuk parkir harian bagi kendaraan berplat nomor luar Bojonegoro, sepeda motor Rp2 ribu, kendaraan JBB kurang dari 3.500 kg Rp3 ribu dan kendaraan JBB lebih dari 3500 kg sebesar Rp5 ribu.

“Tapi Perda yang baru ini belum diterapkan karena masih dalam situasi pandemi. Kami juga belum tahu sampai kapan pandemi ini berakhir sehingga bisa diterapkan,” pungkasnya. [lus/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar