Politik Pemerintahan

200 TPS di Wilayah Mojokerto Rawan

Mojokerto (beritajatim.com) – Tercatat, dari 2.484 Tempat Pemungutan Suara TPS) di wilayah hukum Polres Mojokerto. Polres Mojokerto memetakan sebanyak 200 TPS rawan saat berlangsung proses pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu), 17 April pekan depan.

Kabag Ops Polres Mojokerto, Kompol Tri Sujoko mengatakan, dari total 2.484 TPS tersebar di 14 kecamatan di wilayah hukum Polres Mojokerto, setidaknya sekitar 200 TPS masuk dalam kategori rawan. “Klasifikasi pemetaan pengamanan pemilu ini dibagi dalam tiga kategori,” ungkapnya, Minggu (14/4/2019).

Yakni terdiri dari kategori aman, rawan, dan sangat rawan. Dari tiga kategori tersebut, lanjut Kabag Ops, di wilayah hukum Polres Mojokerto hanya terdapat TPS yang dinyatakan rawan. Untuk TPS sangat rawan, tidak ada. Kendati begitu, bukan berarti rawan yang dimaksud tersebut akan terjadi bentrokan atau keributan.

“Pemetaan ini hanya sebatas adanya aspek lain yang mengindikasikan terjadinya kerawanan dan dapat mengganggu jalannya pemungutan suara hingga penghitungan. Sejumlah aspek yang dianggap menjadi penyebab kerawanan di TPS di antaranya karena disebabkan oleh aspek geografis,” jelasnya.

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto menetapkan ada sebanyak 3.221 TPS yang tersebar di 18 kecamatan. Namun wilayah hukum Polres Mojokerto hanya mencakup 14 kecamatan saja yakni ada sebanyak 2.484 TPS.

Untuk sisanya, yakni sebanyak 737 TPS berada di empat kecamatan yang berada di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota. Yakni Kecamatan Gedeg, Jetis, Kemlagi dan Dawarblandong. Keempat kecamatan tersebut terletak di utara Sungai Brantas.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar