Politik Pemerintahan

20 Klub Amatir Surabaya Gantungkan Nasib ke Machfud Arifin

Surabaya (beritajatim.com) – Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin, dinilai sebagai pemimpin yang peduli terhadap kondisi persepakbolaan Kota Pahlawan. Maka dari itu 20 pemilik club yang tergabung di dalam klub amatir Persebaya menggantungkan harapan mereka pada Cak Machfud agar dapat menggunakan lapangan Karanggayam kembali.

“Lapangan Karanggayam memiliki peran sentral dalam pembinaan pemain bola Kota Surabaya, kalau kita dipersulit dalam penggunaannya tentu menjadi tidak baik bagi kelangsungan sepak bola kita ke depannya. Pak Machfud Arifin sebagai calon pemimpin Surabaya selanjutnya diharapkan dapat mempermudah akses ke fasilitas pembinaan ini,” ungkap Tokoh Olahraga Surabaya, Ferril Raymond Hattu.

Lebih lanjut, Ferril mengatakan saat ini lapangan Karanggayam sedang dalam kondisi sengketa antara Persebaya dan pemerintah kota. Pemkot Surabaya mengklaim jika Karanggayam adalah aset milik Pemkot. Siapa pun yang ingin memakai, harus izin kepada Pemkot atau istilahnya, membuat hubungan hukum.

Kejadiannya pada awal 2019, Persebaya menerima opsi hubungan hukum ini. Alhasil, Persebaya pun melayangkan surat kepada Pemkot. Namun, Pemkot tak memberikan jawaban pasti kepada Persebaya.

Puncaknya, pada 15 Mei 2019, Pemkot melakukan tindakan pengosongan Wisma Persebaya, berdasarkan PP Nomor 24 Tahun 2014 dan Permendagri Nomor 19 Tahun 2016. Dalih mereka, tindakan ini adalah bentuk pengamanan aset.

Klub-klub internal Persebaya menjadi resah. Mereka kesulitan mencari lapangan untuk menggelar kompetisi internal. Mereka bahkan harus berlatih di lapangan Brigif Marinir dan Arhanud, Gedangan, Sidoarjo.

Dikarenakan kondisi yang tidak menguntungkan, mereka melayangkan gugatan kepada Pemkot Surabaya.

Mereka menggugat Sertifikat Hak Pakai dan Surat Izin Mendirikan Bangunan yang kerap digunakan Pemkot untuk menyebut bahwa Karanggayam adalah aset milik Pemkot. Setelah enam bulan lamanya, Pengadilan Negeri Surabaya akhirnya memenangkan gugatan Persebaya atas Pemkot soal Karanggayam.

Majelis Hakim membatalkan Sertifikat Hak Pakai Pemkot atas Karanggayam yang diterbitkan BPN pada 1994. Dengan begitu, tindakan Pemkot yang didasari oleh Sertifikat Hak Pakai tersebut tidak dibenarkan.

Persebaya dinilai berhak mengajukan sertifikat kepemilikan karena sudah menghuni Karanggayam sejak 1967. Atas hasil ini pemkot mengajukan banding dan peninjauan kembali (PK).

Karena itu, pembinaan pemain-pemain muda Kota Surabaya semakin terhambat karena proses yang memakan waktu lama. Maka dari itu para pemiliki klub internal Persebaya berharap Cak Machfud dapat membuat perubahan di pemerintahan agar kelangsungan sepak bola Kota Surabaya menjadi lebih baik di masa mendatang.

“Pemain Persebaya yang ada saat ini rata-rata dari luar daerah, padahal Kota Surabaya memiliki banyak talenta muda yang berbakat namun tidak ditunjang dengan fasilitas. Kita harapkan Pak Machfud Arifin ini sebagai sosok perubahan agar talenta muda yang kita miliki mendapatkan fasilitas latihan seperti dulu,” pungkas Ferril. [hen/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar