Politik Pemerintahan

18 Remaja Australia Akan Tinggal di Desa Kabupaten Malang

Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 18 remaja dari Australia bertemu langsung dengan Bupati Malang HM.Sanusi di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Jumat (6/12/2019).

Muda-mudi negara Kanguru itu tergabung dalam Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP). Sebuah program pertukaran pemuda antar negara Indonesia dan Australia dengan total peserta 36 orang.

Dalam sambutannya, Bupati Malang HM.Sanusi mengatakan, dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan potensi desa di Kabupaten Malang.

“Alhamdulillah, Provinsi Jawa Timur, menjadi tuan rumah pertukaran Pemuda Australia – Indonesia atau AIYEP, dan Kabupaten Malang ditunjuk sebagai tuan rumah dalam Fase Desa,” ungkapnya.

Menurut Sanusi, diharapkan para peserta AIYEP dapat menularkan teknologi, dan kebudayaan hidup bersih di Kabupaten Malang.

“Disana (Australia, red) desa-nya bersih-bersih, saya berharap mereka bisa menularkan gaya hidup bersih pada masyarakat. Supaya desa dan tempat wisata bersih, dengan begitu jelas akan menambah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Malang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Supratomo menjelaskan, program pertukaran pemuda Indonesia-Australia 2019/2020 merupakan kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia melalui Kemenpora dengan Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan.

“Program ini ada dua bagian, yaitu Fase Kita dan Fase Desa, nah Kabupaten Malang terpilih untuk fase Desa,” tuturnya.

Para peserta ini, lanjut Supratomo, berjumlah 36 pemuda, yang terdiri dari 18 pemuda Indonesia yang telah diseleksi secara nasional melalui Dinas Pemuda dan Olahraga. Kemudian, 18 pemuda Australia yang telah diseleksi Pemerintah Australia melalui AFS Intercultural Program Australia.

“Mereka rata-rata berumur antara 20 sampai 25 tahun. Dari jumlah tersebut, mereka akan di bagi dua grup yang masing-masing grup berjumlah 18 orang terdiri dari 9 laki-laki dan 9 wanita. Mereka akan melakukan kegiatan partisipatif, kegiatan kepemimpinan, kegiatan kewirausahaan, kegiatan kesukarelaan, dan kepeloporan,” urainya.

Untuk bisa berbaur dengan masyarakat, tambah Supratomo, mereka akan tinggal di home stay, supaya dapat berbaur dengan warga dan orang tua angkat agar dapat berbagi pengalaman. Mereka akan memulai pada 5 Desember kemarin hingga, 26 Januari 2020 mendatang.

“Dalam program di desa mengharuskan grup untuk tinggal di desa dengan orangtua angkat dan melaksanakan proyek-proyek pembangunan masyarakat desa (community development) dan kegiatan sosial,” pungkasnya. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar