Politik Pemerintahan

17 Program Gus Muhdlor-Subandi Sebagai ‘Harapan Baru Sidoarjo Maju’

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pasangan Cabup dan Cawabup Sidoarjo 2020 dari PKB H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor)-H. Subandi dalam memimpin Sidoarjo, akan menjalankan 17 Program Sidoarjo MAS (Maju, Aman dan Sejahtera).

17 program itulah nantinya akan dijadikan paslon nomor urut 2 itu untuk menuju ‘Harapan Baru Sidoarjo Maju’. “17 program ini saya cetuskan berdasarkan dalam membangun Sidoarjo kedepan. Program itu juga termasuk aspirasi yang masuk saat kami menyapa masyarakat di bawah,” kata Cabup Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali Jumat (4/12/2020)

Dia menambahkan, ada beberapa program unggulan yang menjadi perioritas dalam membangun Sidoarjo kedepan. Terutama di tengah masa pandemi Covid-19, faktor pemulihan serta penguatan ekonomi harus menjadi prioritas.

“Hasil survei dan aspirasi masyarakat, semua prihatin dalam bidang ekonomi. Ekonomi masyarakat lesu dan belum ada jalan keluar yang baik dan pemerintah harus hadir dalam mengatasinya,” lanjutnya.

Dalam program unggulan Sidoarjo MAS yang menjadi prioritas adalah menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. Dalam program ini harus melibatkan 5 elemen. Yakni pemerintah, masyarakat, investor, media dan juga akademisi. “Dari sinergitas lima elemen penting itu akan tercipta pembangunan yang baik,” tukasnya.

Penciptaan lapangan kerja, investor haus mendapatkan insentif berupa kemudahan perijinan sesuai aturan, keamanan dan lainnya. “Dari sini semua investor akan banyak yang menamkan investasinya di Sidoarjo. Terlebih Sidoarjo salah satu kota yang menarik atau menjadi sasaran para investor dan mengembangkan bisnis atau tempat usaha,” jelasnya.

Selain itu, lanjut pria yang berpasangan dengan Cawabup H. Subandi itu, selain program mendesak dan prioritas, juga tidak kalah pentingnya program insentif plus guru mengaji dan guru agama. Penguatan terhadap kesejahteraan guru mengaji dan guru agama juga sangat penting dilakukan. Karena keberadaan para guru berdampak pada penguatan karakter dan religiusitas siswa.

Insentif diharapkan dapat berdampak pada peningkatan kualitas dan keberlanjutan guru mengaji dan guru agama. Program ini dilakukan dalam jangka panjang, dan harapannya dapat membangun kesalehan social masyarakat. “lnsentif dapat berupa tambahan honor bulanan, bantuan seragam, bantuan buku, kitab dan media mengajar lainnya,” urai Direktur Pendidikan Pesantren Progresif Bumi Shalawat tersebut. (isa/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar