Politik Pemerintahan

16 Ribu Lebih Warga Kota Malang Dapat Bansos Tahap 1

Pemkot Malang Salurkan Bansos tahap awal.

Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 16.613 Kepala Keluarga (KK) di Kota Malang dengan kategori terdampak penyebaran virus corona Covid-19 mendapatkan bantuan sosial dari Pemkot Malang. Mereka merupakan Pedagang Kaki Lima (PKL), difabel, pekerja seni serta warga yang masuk daftar Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kami sudah melakukan pendataan dan pembagian pada tahap I telah diluncurkan bansos. Pendataan ini dilakukan oleh tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar),” kata Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto, Rabu, (6/5/2020).

Selain tiga OPD itu, OPD lainnya seperti Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) juga melakukan pendataan. Disnakertrans bakal mendata masyarakat yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau yang berhak mendapatkan bantuan. Kemudian Dinas Perhubungan (Dishub) bakal memberikan data untuk kelompok masyarakat yang berprofesi sebagai juru parkir dan sopir angkutan umum. “Untuk jumlahnya itu dinamis mengikuti data yang selalu terupdate. Proyeksi kami ada sekitar total sebanyak 29 ribu sampai dengan 30 ribu KK,” ujar Nur Widanto.

Pemkot Malang saat ini menyiapkan aplikasi bernama SiBansos. Aplikasi ini untuk menjamin transparansi penyaluran bansos. Aplikasi ini saat ini masih dirancang. Tapi tahap awal untuk memfilter sudah bisa. Fungsi aplikasi ini untuk memverifikasi bahwa warga sudah menerima bantuan, jika sudah menerima bantuan warga yang bersangkutan tak bisa menerima bantuan lagi.

“Basis data yang digunakan SiBansos sesuai data Nomor Induk Kependudukan (NIK) seseorang. Nanti bisa ketahuan si A pekerjaannya apa, alamatnya di mana, sudah dapat bantuan apa tidak. Data masyarakat terdampak yang disetorkan oleh masing-masing OPD akan diverifikasi ditingkat kelurahan dan kecamatan. Setelah itu SiBansos ini yang akan memfilter, begitu dia sudah menerima bantuan dari Pemerintah Pusat, otomatis akan terhapus dengan sendirinya,” tandas Nur Widianto. (Luc)

Apa Reaksi Anda?

Komentar