Politik Pemerintahan

16 Pengembang Serahkan PSU Perumahan ke Pemkab Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sebanyak 16 pengembang menyerahkan PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum) perumahan kepada Pemkab Sidoarjo, Senin (16/11/2020).

Ada 20 PSU perumahan yang diserahkan di Pendopo Delta Wibawa. Secara simbolis penyerahan berita acara penyerahan PSU dilakukan dua pengembang, PT. Bhumi Mas Sentosa dan PT. Graha Mukti Indah, kepada Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono.

Dalam kesempatan tersebut hadir menyaksikan Ketua Tim Satgas Korwil 6 KPK Bidang Pencegahan Eddy Suryanto. Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono menyambut baik apa yang dilakukan pengembang perumahan seperti ini.

Namun dirinya meminta ada kebersamaan dalam mengelola PSU nantinya. Jangan beranggapan bahwa PSU yang telah diserahkan sudah tidak lagi menjadi kepeduliannya. “Saya kira perlu perjanjian khusus supaya bisa memanfaatkan PSU untuk memperindah dan mempercantik,” ucap Hudiono.

Ketua Tim Satgas Korwil 6 KPK bidang Pencegahan Eddy Suryanto mengatakan penyerahan PSU perumahan menjadi salah satu idenya terkait penertiban PSU. “Ide tersebut menjadi salah satu inovasinya di Jawa Timur,” sebutnya.

Dikatakannya tidak diserahkan PSU memang tidak berimplikasi secara pidana. Hanya kesalahan administratif. Namun itu juga bisa berujung kepada pidana apabila pengembang menyalahgunakan PSU yang diserahkannya.

Semisal mengganti peruntukan PSU dengan tempat yang dapat menguntungkan pengembang. “Salah satu kasus yang terjadi di Makassar, karena sudah selesai dan diserahkan, pengembang tergoda. Ada tanah 500 meter dibagian depan perumahan untuk taman namun karena pemdanya tidak pernah ngawasi, dibangunlah ruko, digantilah taman dibelakang,” tambah Eddy mengkisahkan.

Eddy juga mengatakan Jatim naik asetnya Rp 1,5 sampai Rp 2 triliun karena penyerahan PSU seperti ini. Oleh karenanya program seperti ini membutuhkan kerjasama dengan semua pihak. Antar pemda, BPN maupun REI sendiri.

Masih menurut Eddy, pengembang dapat memohon kembali pengelolaan PSU yang sudah diserahkannya kepada pemda. Namun peruntukannya tidak boleh dirubah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan perjanjian hitam diatas putih. “Bukan permohonan penguasaan tetapi permohonan pengelolaan,” tukasnya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Sidoarjo Sulaksono mengatakan secara keseluruhan total lahan PSU perumahan yang diserahkan kali ini seluas 3.335 ribu meter persegi lebih. “PSU yang diserahkan diantaranya jaringan jalan, jaringan drainase, ruang terbuka hijau, IPAL maupun TPS. Total nilai aset PSU sebesar Rp 302 milyar lebih,” rinci Sulaksono. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar