Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

140 Warga di Kota Mojokerto Dapat Bantuan Bedah Rumah

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat penyerahan secara simbolis buku tabungan kepada 30 orang penerima manfaat di Aula Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Sebanyak 140 warga Kota Mojokerto menerima bantuan program bedah rumah tahun 2021, jumlah ini turun dari tahun 2019 yakni sebanyak 200 warga. Masing-masing warga mendapatkan uang sebesar Rp20 juta yang langsung ditransfer ke rekening penerima tanpa dipotong biaya sepeser pun.

Secara langsung Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyerahkan secara simbolis buku tabungan kepada 30 orang penerima manfaat di Aula Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (27/8/2021). Sebanyak 120 warga tersebut tersebar di tiga kecamatan yang ada di Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, tahun 2021 ada sebanyak 140 warga yang menerima bantuan program bedah rumah. “Sebanyak 95 warga Kecamatan Prajurit Kulon, 9 warga Kecamatan Kranggan dan 36 warga Kecamatan Magersari,” ungkapnya.

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), program bedah rumah swadaya tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021. Tahun ini jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun 2019 dan tahun 2020 yakni sebanyak 150 warga di tahun 2020 lalu.

“Tahun 2019, ada 200 Keluarga Berpenghasilan Rendah (KBR) yang menerima bantuan, tahun 2020 sebanyak 150 orang dan tahun ini turun jadi 140 orang. Sesuai SK tahun 2015, Kota Mojokerto sudah dinyatakan bebas dari ploting lingkungan kumuh melalui program Kotaku yakni Kota Bebas Kumuh,” katanya.

Namun sejak pandemi Covid-19 melanda, lanjut Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Mojokerto, ploting tersebut berubah. Warga yang sudah dinyatakan mampu, bisa berubah menjadi kurang mampu lantaran pandemi Covid-19 sehingga menurutnya diperlukan survey terbaru.

“Untuk bisa menentukan kondisi riil Kota Mojokerto saat ini, memang harus di survey karena Kota Mojokerto memiliki tingkat kepadatan penduduk yang lebih tinggi dibandingkan Ibu Kota DKI Jakarta. Luas Kota Mojokerto hanya 20,21 kilometer persegi memiliki jumlah penduduk sebesar 140 ribu jiwa,” jelasnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto, tingkat kepadatan jumlah penduduk 7 ribu per kilometer persegi sedangkan DKI Jakarta hanya 6,8 per kilometer persegi. Artinya, tegas Ning Ita, persoalan lingkungan kumuh dan tidak sehat juga mengintai Kota Mojokerto sehingga perlu ada solusi cepat untuk penanganannya.

“Selain program bedah rumah, kita juga memiliki program lain yang berkaitan dengan peningkatan pola hidup bersih dan sehat warga. Seperti program Ipal Komunal atau pembanguan jamban di masing-masing kelurahan yang diperuntukkan bagi 70 kepala keluarga, program septic komunal untuk 39 keluarga dan program jamban keluarga,” urainya.

Ning Ita berjanji, berbagai program untuk peningkatan kelayakan hunian warga di Kota Mojokerto akan terus digencarkan di tahun-tahun berikutnya dengan masih menganggarkan program bedah rumah di tahun 2022 dan 2023. Dengan harapan Kota Mojokerto bisa terbebas dari lingkungan kumuh dan pola hidup tidak sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Mojokerto, Mashudi menambahkan, jika di tahun 2021 oni Kota Mojokerto menerima DAU Bantuan Rumah Swadaya (BRS) sebanyak 50 unit dan DAK sebesar 90 unit. “Masing-masing unit mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta,” tambahnya.

Anggaran sebesat Rp20 juta tersebut, lanjut Mashudi, untuk biaya beli material sebesar Rp17,5 juta dan biaya tukang sebesar Rp2,5 juta. Saat ini program tersebut baru masih tahap penyerahan buku tabungan dan akan dilaksanakan di masing-masing kelurahan dengan dilakukan pendampingan secara penuh dari Tenaag Fasilitator Lapangan (TFL).

“Akan ada pendamping sehingga penerima bantuan tidak perlu khawatir dalam mempergunakan dana tersebut. Ada pendampingan dari petugas kita, dengan harapan bedah rumah dapat terselesaikan tepat waktu dan dengan biaya yang sesuai,” tegasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar